Penumpang Keluhkan KRL Relasi Jogja-Solo Sering Tak Tepat Waktu

KRL Jogja-Solo (Foto twitter @AgendaSOLO)

JoSS, SOLO – Pelayanan KRL relasi Jogja – Solo dinilai masih kurang maksimal seperti KA Prambanan Ekspres. Sejumlah penumpang mengeluhkan KRL Jogja –Solo sering tidak tepat waktu dan tidak ada kepastian slot penumpang.

Salah satu pengguna KRL, Sari Dewi, berharap pelayanan KRL lebih baik minimal sama dengan KA Prambanan Ekspres.

Menurutnya sebagai pelaju Solo – Jogja ia butuh kepastian jam dan slot untuk naik KA. Sayangnya, ia kerap tak bisa naik KRL sesuai jadwal yang diinginkan karena sudah penuh.

“Kalau KA Prameks kita bisa pesan tiket, jadi ada kepastian. Misalkan saya berangkat 15 menit sebelumnya ya aman karena sudah pegang tiket. Sementara KRL kita enggak tahu langsung bisa naik apa tidak karena banyaknya orang. Saya mau naik yang pukul 16.00 WIB, pukul 14.00 WIB sudah harus di stasiun,” ungkap dia, dilansir dari harianjogja.com.

Hal serupa diungkapkan pengguna lain, Ata. Selain tidak ada kepastian berangkat beberapa kali KRL tidak tepat waktu. Pihaknya berharap sebagai transportasi pelayanan publik, KRL baiknya semakin bikin nyaman pengunanya dibandingkan dengan pendahulunya, KA Prameks.

“KRL sempat mandeg saat sebelum masuk Stasiun Klaten, kondektur memberitahu jika KRL masih menunggu sinyal masuk, sekitar 30 menit berhenti. Terkadang harus mengalah dengan KA lain yang mau lewat. Selain itu, juga enggak ada kepastian dapat slot karena berebut tempat,” jelas dia.

Baca juga: Dukung Transportasi Ramah Lingkungan PLN Penuhi Listrik KRL Jogja-Solo

Untuk diketahui, Kereta Rel Listrik (KRL) Jogja – Solo telah beroperasi penuh mulai Rabu, 10 Februari 2021 dengan 20 perjalanan yang beroperasi setiap hari. KRL Jogja – Solo akan melayani naik dan turun di 11 stasiun yang meliputi Stasiun Yogyakarta, Stasiun Lempuyangan, Stasiun Maguwo Stasiun Brambanan, Stasiun Klaten, Stasiun Ceper, Stasiun Delanggu, Stasiun Gawok, Stasiun Purwosari dan Stasiun Solo Balapan untuk pulang pergi (PP).

Tiket untuk perjalanan KRL Jogja – Solo (PP) menggunakan Kartu Multi Trip (KMT) dari KAI Commuter maupun menggunakan kartu uang elektronik seperti e-money Mandiri, BRIZZI, BNI Tap Cash, dan Flazz BCA. KMT ini telah dijual di seluruh stasiun KRL dengan harga Rp 30.000 dengan saldo Rp 10.000. Tarif KRL Jogja – Solo dipatok dengan harga flat Rp 8.000 atau tidak memperhitungkan stasiun awal keberangkatan hingga kedatangan penumpang.

Bagi penumpang yang akan membeli tiket KRL Jogja – Solo dapat membeli tiket menggunakan tiket elektronik dengan lebih mudah, cepat dan tanpa antre.

Sebelumnya, KAI Commuter meneruskan pengoperasian dua jadwal KRL tambahan di wilayah Jogja-Solo yang sebelumya melayani sejak 15 Februari 2021.

Sebanyak dua jadwal tambahan perjalanan KRL ini beroperasi setidaknya selama satu pekan mulai 22 – 28 Februari 2021. Sementara jadwal dan relasi sama dengan penambahan perjalanan KRL sebelumnya, yakni satu jadwal kereta tambahan dengan relasi Solo Balapan – Jogja pukul 15.32 WIB dan kereta tambahan relasi Jogja – Solo Balapan pukul 17.10 WIB.

Manager External Relations PT KCI, Adly Hakim, membeberkan penambahan dua perjalanan KRL tersebut untuk memenuhi kebutuhan pengguna khususnya pada hari kerja. Menurutnya, jadwal tersebut sudah mencukupi.

“Pada akhir pekan biasanya jumlah pengguna lebih tinggi sehingga kami masih evaluasi yang paling sesuai dengan kebutuhan pengguna,” ungkap dia. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*