
JoSS, NGANJUK – Sebanyak 12 korban longsor yang terjadi di Dusun Selopuro, Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Nganjuk pada Minggu (14/2) telah ditemukan. Dua selamat sementara 10 dinyatakan tewas. Gubernur jawa Timur Khofofah Indar Parawansa mengatakan warga sebelumnya telah diperingatkan adanya keretakan tebing.
Hal itu diketahuinya berdasarkan laporan Dandim dan bupati setempat. Ia menyebut warga juga sudah diperingatkan soal keretakan tebing tersebut. Masyarakat lalu diminta mengungsi sementara.
“Saya dapat informasi dari Pak Bupati Nganjuk dan Pak Dandim, bahwa sepertinya juga sudah disampaikan pada masyarakat di sini ada retakan tanah yang di atas, jadi memang sudah ada warning,” kata Khofifah saat meninjau lokasi longsor, Senin (15/2), seperti dilansir dar CNNIndonesia.
Ia menyebut faktor cuaca hujan dengan intensitas yang tinggi mengguyur Nganjuk. Hal itulah yang kemudian diduga memicu terjadinya longsor. “Hujannya cukup tinggi intensitasnya dan akhirnya terjadilah longsor,” ucapnya.
Berdasarkan catatan Pemkab Nganjuk, dari jumlah 20-an korban hilang, sebanyak 12 orang telah ditemukan, 2 di antaranya selamat meski luka berat, sedangkan 10 orang lainnya meninggal dunia.
“Kita semua menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban meninggal dari bencana longsor ini,” ucapnya.
Khofifah menyampaikan proses pencarian korban longsor terus dilakukan sampai ditemukan seluruh korban yang tertimbun. Untuk mempercepat pencarian, pihak kepolisian akan menerjunkan anjing pelacak.
“Saya telah berkoordinasi dengan Pak Kapolres dan ternyata sudah disiapkan anjing pelacak untuk mempercepat proses identifikasi,” ujarnya.
Baca juga: Sebanyak 16 Warga Nganjuk Dalam Pencarian Pascalongsor
Menurut Khofifah, lokasi bencana memang cukup curam. Kondisi tebing mengharuskan untuk meningkatkan kehati-hatian dan kewaspadaan.
“Utamanya alat berat dan juga dipersiapkan jalan-jalan atau akses lainnya, sehingga dapat mencapai titik tertentu agar dapat mencapai titik perkiraan korban,” katanya.
Mantan Menteri Sosial RI ini juga menyerahkan berupa satu ton beras, makanan anak 200 paket, matras 200 lembar, kasur 200 lembar, kids ware 50 paket, makanan siap saji 120 paket dan selimut 50 lembar.
Pemprov Jatim juga menyerahkan bantuan berupa 4 set APD, 1 unit Alkom, 120 paket lauk pauk serta 120 paket tambahan gizi. Sejumlah alat berat dan beberapa ambulans juga diterjunkan.
Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidayat menyatakan akan melakukan proses evakuasi puing-puing bangunan dan pencarian korban selama 14 hari. Data BPBD menyebut sisa korban dalam pencarian sembilan orang.
Di saat yang sama pihaknya juga berupaya mempersiapkan tempat relokasi bagi para warga terdampak longsor yang rumahnya mengalami kerusakan berat.
“Penanganan longsor sedang ditangani oleh tim. Kami targetkan 14 hari untuk mencari korban sambil membersihkan puing-puing. Sekaligus nanti menyiapkan lokasi untuk warga terdampak longsor,” kata dia.
Sebelumnya, tanah longsor terjadi di Selopuro, Ngetos, Nganjuk, Jatim terjadi Minggu (14/2) petang. Sebanyak 14 warga berhasil menyelamatkan diri, mereka menderita luka ringan. Selain itu ada 20 lainnya dinyatakan hilang.
Dari ke-20 orang itu, sebanyak dua orang yang sempat hilang telah ditemukan, keduanya menderita luka berat dan tengah dirawat. Lalu ada pula dua warga yang ditemukan sudah tak bernyawa. Hingga kini diketahui masih ada 16 orang lain yang hilang.
Selain korban jiwa, longsor juga mengakibatkan delapan rumah rusak berat, 147 warga juga mengungsi ke rumah Kepala Desa Ngetos. (lna)

Leave a Reply