KAI Tutup Permanen Perlintasan KA di Barat Stasiun Klaten, Arus Lalu Lintas Disesuaikan

Foto: twitter www.kabarklaten.id @kabarklaten

JoSS, KLATEN – Perlintasan kereta api (KA) di barat Stasiun Klaten ditutup permanen, Selasa (9/2/2021) pukul 17.23 WIB. Penutupan itu menyusul dioperasionalkannya kereta rel listrik (KRL) Jogja-Solo hari ini Rabu (10/2/2021). Imbas penutupan perlintasan tersebut, arus lalu lintas disesuaikan.

Satlantas Polres Klaten dan Dishub Klaten telah menggelar rapat khusus mengenai penyesuaian arus lalu lintas tersebut. Lantaran JPL 280 alias perlintasan rel KA barat Stasiun Klaten ditutup, kendaraan roda empat dilarang melintas ke arah JPL 280 hingga JPL 281.

Nantinya, petugas lapangan akan memasang water barrier di barat tugu Stasiun Klaten atau di dekat pintu keluar area parkir Stasiun Klaten. Di lokasi tersebut akan ditambah rambu petunjuk arah Jogja ke kanan.

Dilansir dari Solopos.com, pemasangan rambu larangan kendaraan roda empat juga dipasang dari JPL 281 (Klasis). Kendaraan roda empat tak boleh melintas dari JPL 281 ke JPL 280. Berbeda dengan kendaraan roda empat, kendaraan roda dua masih bisa melintasi jalan dari arah JPL 280 menuju ke JPL 281 (Klasis). Hal itu berlaku sebaliknya, dari JPL 281 ke JPL 280.

Selanjutnya, sebelum memasuki JPL 279 (Karangduwet, Kelurahan Kabupaten), petugas akan memasang rambu perintah bagi pengendara kendaraan dari arah Jetak ke Karangduwet. Rambu perintah yang dipasang terkait anjuran menggunakan lajur sebelah kiri bagi kendaraan yang akan belok kiri atau berhenti saat antrean menunggu KA melintas.

Water barrier pembatas jalan di simpang JPL 279 akan digeser ke arah utara. Hal ini ditujukan agar Jl. Kopral Sayom, tepatnya dari Pasar Darurat Jetak lebih lebar dan bisa menjadi dua lajur. Pelebaran jalan dengan menggeser water barrier itu untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan dari arah Jetak ke JPL 279.

Sedangkan pengendara kendaraan yang ingin melaju ke arah Kota tetap diperbolehkan melintasi JPL 281 (Klasis) atau pun JPL 279 (Karangduwet).

Baca juga: Picu Kecelakaan, Pemda Diminta Tutup Perlintasan KA Sebidang

Petugas akan melihat perkembangan arus lalu lintas selama enam hari ke depan. Jika dinilai tetap menimbulkan penumpukan kendaraan, bakal dibikin satu pintu. Kendaraan dari Bypass yang masuk kota harus melewati JPL 279 (Karangduwet). Sebaliknya, kendaraan dari kota ke Bypaas harus melewati JPL 281 (Klasis).

“Rapat rekayasa lalu lintas rampung sore ini. Semua sudah dirumuskan tadi,” kata Kepala Urusan Pembinaan Operasi (KBO) Satlantas Polres Klaten, Iptu Masna, mewakili Kasatlantas Polres Klaten, AKP Bobby Anugrah Rachman dan Kapolres Klaten, AKBP Edy Suranta Sitepu.

Hal senada dijelaskan Pelaksana Tugas (PLt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Klaten, Sudiyarsono. Pembahasan rekayasa lalu lintas harus dilakukan agar arus lalu lintas di Klaten tetap lancar.

“JPL 279 dan JPL 281 dilakukan pelebaran. Traffic light di simpang Klasis akan dipindah. Awalnya terletak setelah palang KA, dipindah sebelum palang pintu perlintasan KA,” katanya.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan bersama-sama Kereta Api Indonesia (KAI) Daop VI Jogja, dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten, telah menyosialisasikan menutup perlintasan sebidang KA (JPL 280) di Jalan H. Samanhudi, Tegalsepur, Klaten Tengah, Klaten, Selasa (9/2/2021) pukul 17.00 WIB.

Penutupan perlintasan sebidang KA itu guna mendukung keselamatan perjalanan KA, penumpang, maupun pengguna jalan yang melintas. Nantinya, frekuensi perjalanan KA di perlintasan tersebut mulai meningkat.

“Penutupan perlintasan sebidang KA ini merupakan upaya untuk mengurangi kecelakaan di perlintasan KA. Frekuensi perjalanan KA yang melintas akan mengalami peningkatan seiring beroperasinya KRL Jogja-Solo. Hal itu sesuai Pasal 91 ayat 1 Undang-undang (UU) 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian yang menjelaskan bahwa perpotongan antara jalur KA dengan jalan dibuat tidak sebidang,” kata Manajer Humas PT KAI Daop VI Jogja, Supriyanto.

Masyarakat Klaten menjadi bagian dari suksesnya pengoperasian KRL karena lima stasiun yang dilintasi KRL berada di Klaten. Masing-masing Stasiun Brambanan, Stasiun Srowot, Stasiun Klaten, Stasiun Ceper, dan Stasiun Delanggu. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*