Sungai Bengawan Solo Meluap Puluhan Rumah Di Karanganyar Terendam Banjir, Bojonegoro Siaga

Sungai Bengawan Solo meluap dan menggenangi pemukiman warga di dua kecamatan di Solo | Foto: youtube Kompascom Reporter on Location

JoSS, SOLO – Sungai Bengawan Solo meluap setelah hujan deras mengguyur wilayah Karanganyar, Jawa Tengah, Minggu (13/12/2020) malam. Luapan sungai tersebut mengakibatkan puluhan rumah di Kampung Daleman, Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, terendam banjir setinggi satu meter.

Hingga Senin (14/12/2020) banjir terus meluas dan memaksa warga mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Karanganyar, Sundoro Budi Karyanto mengatakan, banjir akibat luapan Sungai Bengawan Solo mulai masuk ke perkampungan warga sekitar pukul 22.00 WIB.

“Air langsung menggenangi puluhan rumah dan sebuah masjid di Kampung Daleman RT07 RW6 Desa Ngringo. Ketinggian air mencapai satu meter. Sirene tanda peringatan juga terus menyala dan berbunyi,” katanya.

Hingga kini, kata dia, debit air terlihat terus meningkat. Sebagian warga masih ada yang bertahan di rumah meskipun lokasi pengungsian telah disiapkan. “Warga ada yang sudah mengungsi ke tempat yang lebih aman mengingat kondisi air yang masih tinggi,” katanya.

Baca juga: BMKG Peringatkan Potensi Gelombang Tinggi Di Perairan Utara Jawa Tengah

Ketinggian air Sungai Bengawan Solo di tempat pemantauan air Jurug yang berdekatan dengan lokasi banjir pada senin pukul 01.00 berstatus siaga merah.

Sementara itu banjir akibat luapan sungai Bengawan Solo juga merendam sejumlah wilayah upaten Bojonegoro sejak pagi tadi, Senin (14/12/2020), sudah masuk siaga 1 banjir (siaga hijau). Hal ini disebabkan adanya kiriman air dari wilayah hulu Ponorogo, Madiun, Ngawi, dan beberapa wilayah lainnya.

Data yang diperoleh dari Kantor BPBD Bojonegoro menyebutkan, TMA Sungai Bengawan Solo di wilayah kota pada pukul 07:00 WIB berada di titik 13:00 MDPL (meter di atas permukaan laut) atau siaga hijau.

Air diperkirakan masih akan terus naik beberapa centimeter lagi, mengingat air di wilayah hulu masih tinggi. Papan ukur di Jurug, Ponorogo, sejak tadi malam hingga pagi masih bertahan siaga merah banjir, sehingga air akan terus mengalir ke hilir Bojonegoro.

Banjir Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro ini mengancam sedikitnya 634 desa yang tersebar di 11 kecamatan. Ratusan desa itu biasanya tergenang air saat Bengawan Solo meluap. Selain itu, ratusan hektare lahan pertanian dan fasilitas umum juga terdampak banjir.

Sekretaris Daerah (Sekda) Bojonegoro Nurul Azizah sejak tadi malam sudah intens melakukan koordinasi dengan stakeholder terkait dalam penanganan banjir luapan Sungai Bengawan Solo. Pasalnya, beberapa desa rawan tergenang air. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*