JoSS, KLATEN – Tumini,72 mulai bekerja kembali membuat selendang lurik dengan Alat Tenun Bukan Mesin di desa Bendungan, Cawas, Klaten, Minggu (06/12/2020) setelah selama empat bulan lebih tidak berproduksi. Kain lurik tradisional tersebut mulai dicari oleh para pengusaha fashion berbahan lurik yang telah bangkit di masa pandemi Covid-19, Selandang tersebut dijual dengan harga Rp30.000,- hingga Rp.50.000,- per lembar tergantung lebar kain.


Leave a Reply