JoSS, INDIA – India masih bergulat dengan pandemi virus corona yang telah menginfeksi lebih dari 9,5 juta orang dan menewaskan lebih dari 140 ribu orang di negara itu. Namun, penyakit baru yang masih misterius muncul dan menjangkiti lebih dari 140 orang dalam waktu singkat.
Otoritas kesehatan India sedang menyelidiki penyakit tak dikenal. Rumah Sakit Pemerintah Eluru di negara bagian Andhra Pradesh, India, menerima lonjakan pasien dengan berbagai gejala termasuk mual, kejang-kejang, dan pingsan, kata dokter kepada BBC seperti dilansir dari Al Arabiya.
Menurut media lokal, semua pasien telah menjalani tes virus corona dan hasilnya semua negatif. “Orang yang jatuh sakit, terutama anak-anak, tiba-tiba muntah-muntah setelah mengeluh matanya serasa terbakar. Beberapa dari mereka pingsan atau kejang-kejang,” kata seorang petugas medis di Rumah Sakit Pemerintah Eluru kepada The Indian Express dikutip dari Al Arabiya, Senin, 7 Desember 2020.
Dilansir dari Tempo.co, Menteri Kesehatan negara bagian Andhra Pradesh Alla Kali Krishna Srinivas mengatakan dalam sampel darah yang diambil dari para pasien tidak menunjukkan adanya infeksi virus.
Baca juga: Bukan Disantet, Penyakit Haemofilia Bisa Dideteksi Sejak Awal
“Kami mengesampingkan kontaminasi air atau polusi udara sebagai penyebabnya setelah petugas mengunjungi daerah-daerah di mana orang jatuh sakit. Ini adalah beberapa penyakit misterius dan hanya analisis laboratorium yang akan mengungkapkan apa itu,” kata Menteri Kesehatan Andhra Pradesh Alla Kali Krishna Srinivas.
Sementara itu untuk penanganan wabah virus corona, Pfizer Inc telah mengajukan Emergency Used Authorization (EUA) atau izin penggunaan darurat vaksin virus corona di India, sehingga menjadi negara yang pertama melakukannya di negara dengan jumlah infeksi tertinggi kedua di dunia.
Melansir Reuters, Minggu (6/12/2020) Perusahaan AS ini, yang vaksinnya baru-baru ini disetujui oleh pemerintah Inggris, telah menulis surat kepada Drugs Controller General of India (DCGI).
Sayangnya, Pejabat di DCGI dan Kementerian Kesehatan India tidak memberi komentar terkait hal ini. Seorang pejabat pemerintah mengatakan bahwa tidak ada aplikasi yang diterima hingga Sabtu malam. Demikian Pfizer tidak dapat dihubungi.
Pejabat India mengatakan mereka menaruh harapan, terutama pada vaksin yang diuji secara lokal, bukan yang dikembangkan oleh Pfizer dan Moderna Inc.
Adapun vaksin Pfizer perlu disimpan pada suhu minus 70 derajat Celcius (-94 F) atau di bawahnya, suhu yang tidak dapat dicapai oleh sebagian besar penyimpanan dingin India.
Sebagai informasi, India telah melaporkan lebih dari 9,57 juta kasus COVID-19, hanya di belakang Amerika Serikat, dengan hampir 140.000 kematian. (lna)

Leave a Reply