Pertama Dalam Sejarah Pilpres AS, Joe Biden Raih Lebih dari 80 Juta Suara

Foto: independent.co.uk

JoSS, WASHINGTON DC – Joe Biden memecahkan rekor sejarah Pemilu Amerika Serikat dengan menjadi kandidat presiden pertama AS yang meraih lebih dari 80 juta suara. Hingga Selasa (24/11) malam waktu AS, Biden telah memenangkan lebih dari 80.011.000 suara, sementara Presiden Donald Trump meraih lebih dari 73.800.000 suara.

Jumlah tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah, mengingat proses penghitungan surat suara belum berakhir.

Biden memenangkan 306 suara elektoral (electoral vote), sementara Trump mendapatkan 232. Dibutuh 270 electoral vote untuk memenangi Pemilihan Presiden (Pilpres) AS.

Warga AS memberikan suara mereka melalui surat pada tahun ini demi melindungi diri dari paparan Covid-19 di tengah pandemi global.

Rekor baru yang diraih Biden memperkuat kemenangannya atas Trump. Namun, petahana belum mau mengakui hasil penghitungan suara dan proyeksi kemenangan tersebut, bahkan ketika pemerintahannya memulai proses transisi kepresidenan resmi setelah Administrasi Layanan Umum AS (GSA) mengakui kemenangan Biden, Senin (23/11), seperti dilansir dari CNN.

Sejumlah negara bagian mulai menyertifikasi hasil penghitungan suara, termasuk Pennsylvania dan Nevada, pada Selasa.

Baca juga: Pertama Dalam Sejarah, Avril Haines Perempuan Pertama Yang Pimpin Lembaga Intelijen Nasional AS

Sementara itu, Presiden terpilih Amerika Serikat Joe Biden mengatakan “pemilu telah selesai” setelah Donald Trump menerima bahwa pemindahan kekuasaan ke pemerintahan baru, bisa dimulai.

“Saatnya untuk mengesampingkan keberpihakan dan retorika saling menjelekkan satu sama lain. Kita perlu bersatu,” kata Biden dalam cuitannya Selasa (24/11).

Sebelumnya Donald Trump mengatakan bahwa dirinya merekomendasikan sebuah lembaga federal “melakukan apa yang perlu ditempuh” terkait transisi kekuasaan, meski berkeras akan terus menentang hasil pemilihan presiden AS.

Lembaga General Services Administration (GSA) menyatakan telah mengakui Biden sebagai “pemenang yang jelas”. Hal ini mengemuka setelah kemenangan Biden di Negara Bagian Michigan telah diresmikan.

Trump merilis cuitan setelah GSA, yang secara resmi ditugasi mengawali transisi kepresidenan, menginformasikan tim Biden bahwa proses akan dmulai.

Emily Murphy selaku pejabat GSA – yang dipilih Trump – mengatakan dirinya membuka akses dana sebesar US$6,3 juta (Rp89,7 miliar) kepada presiden terpilih.

Seraya berikrar untuk meneruskan “pertarungan”, Trump berkata: “Bagaimanapun, demi kepentingan terbaik bagi negara kita, saya merekomendasikan kepada Emily dan timnya untuk melakukan apa yang perlu ditempuh terkait protokol awal, dan saya telah menginstruksikan kepada tim saya untuk melakukan hal serupa.”

Murphy mengaku dirinya tidak mendapat tekanan dari Gedung Putih perihal keputusannya.

“Perlu diperjelas, saya tidak menerima perintah apapun untuk menunda keputusan saya. Akan tetapi, saya mendapat ancaman melalui daring, telepon, dan surat perihal keselamatan saya, keluarga saya, staf saya, dan bahkan hewan peliharaan saya dalam upaya memaksa saya membuat keputusan ini secara premature,” katanya.

“Walau dihadapkan pada ribuan ancaman, saya tetap berkomitmen menegakkan hukum. Keputusan hari ini adalah langkah yang diperlukan untuk mulai menangani berbagai tantangan yang dihadapi bangsa kita, termasuk mengendalikan pandemi dan mengembalikan ekonomi kita pada jalurnya,” sebut tim Biden dalam pernyataan resmi, dilansir dari BBC. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*