Pemerintah Targetkan Penyaluran Subsidi Gaji Pada 3 Juta Karyawan Pekan Ini

Ilustrasi | Foto: net

JoSS, SEMARANG – Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah menyatakan sebanyak tiga juga pekerja ditargetkan bakal menerima subsidi gaji dari pemerintah pekan ini. Adapun total anggaran yang dialokasikan untuk program ini sebanyak Rp37,7 triliun, dengan jumlah penerima sebanyak 15,7 juta pekerja.

“Minggu ini kami minta tiga juta data pekerja penerima untuk kami proses selanjutnya, mudah-mudahan tidak hanya 2,5 juta data saja, tapi menjadi 3 juta data biar mempercepat penyerapan (bantuan subsidi gaji),” kata Menaker di Semarang, belum lama ini.

Dia menuturkan para pekerja yang ditargetkan mendapatkan subsidi upah itu memang masih berstatus sebagai karyawan, tapi penghasilan mereka berkurang atau bahkan tidak mendapatkan gaji sebagai dampak pandemi Covid-19.

“Kami sedang mengumpulkan nomor rekening pekerja penerima, data yang sudah masuk sebanyak 13,8 juta pekerja dan sekarang dalam proses validasi teman-teman BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya.

Menaker menambahkan, pekerja penerima bantuan subsidi gaji tidak harus mempunyai rekening di bank-bank milik pemerintah, melainkan rekening yang masih aktif di bank manapun.

“Bank pemerintah hanya sebagai penyalur bantuan saja, bantuan subsidi upah selanjutnya ditransfer sesuai dengan nomor rekening pekerja penerima,” katanya.

Pencairan bantuan subsidi gaji dilakukan oleh Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara) seperti BNI, BRI, Mandiri, dan BTN.

Baca juga: Fix, Pekerja Bergaji Di Bawah Rp 5 Juta Dapat BLT Ini Kriteria Penerima

Pada program bantuan subsidi gaji, para pekerja penerima akan mendapatkan Rp 600.000 per bulan selama empat bulan atau total Rp 2,4 juta yang akan dikirimkan langsung ke nomor rekening penerima.

Semantara itu, Deputi Direktur Bidang Humas dan Antar Lembaga BPJS Ketenagakerjaan Irvansyah Utoh Banja menyatakan pihaknya akan memberikan tambahan data calan penerima bantuan langsung tunai (BLT) atau sibsidi gaji pekerja kepada Kementerian Ketenagakerjaan. Namun, ia tak menyebut pasti berapa yang diberikan.

“Besok penyerahan data tahap dua dari BPJS Ketenagakerjaan ke Kementerian Ketenagakerjaan, proses pencairannya dilaksanakan oleh Kementerian Ketenagakerjaan,” kata Irvansyah, dilansir dari CNNIndonesia.

Diketahui, pemerintah sudah mulai mencairkan BLT pekerja kepada 2,5 juta orang pada pekan lalu. Masing-masing penerima mendapatkan dana sebesar Rp600 ribu per bulan selama empat bulan, sehingga total yang diberikan sebesar Rp2,4 juta.

Pemerintah menyalurkannya dalam dua tahap. Masing-masing tahap akan disalurkan sebesar Rp1,2 juta.

Sebelumnya, Ketua Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Budi Gunadi Sadikin mengatakan sejauh ini sudah 14 juta nomor rekening yang terdata oleh BPJS Ketenagakerjaan (BP Jamsostek). Data tersebut dikumpulkan untuk mengimplementasikan bantuan langsung tunai (BLT) kepada pekerja bergaji di bawah Rp5 juta.

“Tidak sampai satu bulan untuk memperoleh nomor rekening. Sekarang sudah hampir 14 juta karyawan terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan yang tadinya belum ada nomor rekening, sekarang sudah ada,” ungkap Budi.

Dengan realisasi ini, artinya pemerintah masih harus mengumpulkan sebanyak 1,7 juta nomor rekening lagi untuk mencapai target dalam menyalurkan BLT ke pekerja bergaji di bawah Rp5 juta. Diketahui, pemerintah menargetkan penerima bantuan subsidi upah mencapai 15,7 juta pekerja. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*