
JoSS, SURABAYA – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Eri Cahyadi mengundurkan diri dari jabatannya, pasca direkomendasikan sebagai bakal calon wali Kota Surabaya oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Hal tersebut dikonfirmasi Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara. Febri mengatakan, surat telah diterima Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Surabaya.
”Rekan-rekan BKD sudah menerima surat pengunduran diri dari Pak Eri,” kata Febri pada Kamis (3/9).
Dia mengatakan, surat pengunduran diri sebagai kepala Bappeko yang diajukan Eri Cahyadi sudah langsung diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Ketika ditanya waktu yang dibutuhkan untuk memproses surat itu, Febri menyatakan, prosesnya akan cepat dilaksanakan. ”Cepat kalau pengunduran diri. Cepat sekali itu. Cuma ini kan masih prosedurnya masih berjalan,” ujar Febri.
Mundurnya Eri Cahyadi sebagai kepala Bappeko menyisakan kekosongan posisi. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya langsung merespons dengan menempatkan Pelaksana tugas (Plt). Menurut Febri, Plt tersebut ditetapkan oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.
”Bu Wali (Risma) sudah menyampaikan, insya Allah Bu Erna (Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan) ya,” ucap Febri, dilansir dari jawapos.com.
Baca juga: Ini Pesan Khusus Risma Kepada Pasangan yang Diusung PDIP Eri Cahyadi-Armuji
Sementara itu, Eri Cahyadi menegaskan telah melakukan pengunduran diri. Otomatis dia sudah tidak lagi menjabat sebagai kepala Bappeko Surabaya. ”Tadi saya sudah sampaikan bahwa saya sudah melakukan pengunduran diri. Berarti secara otomatis saya sudah mulai tidak berkantor,” kata Eri ketika dikonfirmasi di Taman Harmoni pada Rabu (2/9).
Eri pun mulai berkemas dari kantornya. Eri datang ke kantornya pada Rabu malam. Setelah acara penyerahan rekomendasi kepada dirinya dan Armudji (Calon Wakil Wali Kota Surabaya). Mengenakan kemeja, dia tampak berkemas. Seluruh barang miliknya akan dibawa pulang.
Beberapa pegawai yang masih ada di kantor Bappeko melihat Eri berkemas. Mereka tampak terharu melihat Eri. “Waktu kami dengar nama bapak disebut dalam pengumuman rekomendasi, kami terus terang kaget. Bahagia, tapi juga sedih. Sedih karena berarti bapak harus meninggalkan kami,” kata salah seorang ASN Bappeko.
Jika Eri berhasil menjadi Wali Kota Surabaya, itu berarti Bappeko sudah menyumbang dua kepalanya untuk memimpin Surabaya. Sebelumnya, Risma juga menjadi Wali Kota Surabaya setelah menjabat sebagai kepala Bappeko.
“Saya harus komitmen. Karena sudah mundur dari ASN, maka secepatnya saya harus menanggalkan semua fasilitas negara yang saya pakai. Semakin cepat semakin baik, karena saya tak ingin dianggap menggunakan fasilitas rakyat untuk kepentingan politik,” kata Eri.
Beres-beres pada Rabu malam masih menyisakan beberapa barang. Birokrat yang menjadi pelopor sistem pengadaan barang dan jasa secara elektronik di Pemkot Surabaya dan direplikasi ke daerah-daerah lain itu lantas melanjutkan membereskan barang-barangnya Kamis (3/9) pagi. Dia datang dengan kemeja merah muda dan celana hitam.
Mantan kepala Dinas Cipta Karya dan Dinas Kebersihan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) itu membereskan ruang kerjanya di lantai dua gedung Bappeko. (lna)

Leave a Reply