Kronologis Meninggalnya Bupati Halmahera Timur Saat Orasi Di Tengah Pendukungnya

Kolase, Bupati Halmahera Timur yang pingsan saat orasi | Foto: cermat/youtube wacana

JoSS, HALMAHERA TIMUR – Bupati Halmahera Timur (Haltim), Maluku Utara, Muhdin Ma’bud meninggal dunia usai terjatuh dan pingsan saat berpidato di tengah pendukungnya, Jumat (4/9) sore. Video detik-detik meninggalnya Muhdin beredar luas di sosial media.

Seperti diketahui, beberapa jam sebelumnya, Muhdin dan pasangannya, Anjas Taher, yang telah selesai mendaftar sebagai pasangan calon kepala daerah, menunaikan Salat Jumat.

Usai salat Jumat, Din dan Anjas kembali bertatap muka dengan ribuan pendukung dan simpatisannya di depan Posko Pemenangan Din-Anjas di Desa Sangaji, Kecamatan Maba.

Saat berpidato, Muh Din banyak berbicara soal masa depan generasi muda Haltim. Dia menyatakan generasi muda harus bisa mempertahankan spirit dan budaya yang telah diwariskan leluhur.

“Zikir, lala (musik), kabata (syair), dan cakalele (tarian perang adat Maluku), generasi muda, generasi penerus pewaris cita-cita perjuangan para kapita harus memiliki spirit itu,” tuturnya.

“Mari kita gunakan spirit itu untuk tidak lagi kalah, Saudara-saudara sekalian. Untuk tidak lagi jadi ‘ban serep’,” pekik Din, disambut seruan para pendukung.

Baca juga: Fenomena Calon Tunggal Pilkada Serentak 2020 Diprediksi Terjadi Di 31 Daerah, Jateng Terbanyak

Muhdin, yang didampingi Anjas di atas panggung mini, meneruskan bahwa perjuangan harus terus dikerjakan dan ditingkatkan. Begitu pula dengan kehidupan yang harus terus berjalan dan meningkat.

“Harus kita tuntaskan pembangunan pondasi negeri ini. Untuk selanjutnya kami akan serahkan kepada generasi-generasi muda. Pondasi pembangunan negeri ini harus kokoh, harus tangguh,” tuturnya, dilansir dari CNNIndonesia.com.

Kalimat tersebut menjadi yang terakhir dari pidato Bupati. Ia tiba-tiba jatuh pingsan di atas panggung. Anjas dan tim langsung memapahnya.

Kepala daerah dua periode ini lalu dilarikan ke RSUD Maba. Sekitar pukul 16.25 WIT, Bupati Muh Din dinyatakan meninggal dunia. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Haltim, termasuk soal penyebab kematiannya.

Pada Pilkada 2020 ini Muh Din kembali maju sebagai calon bupati petahana dengan menggandeng politikus Partai Golkar Anjas Taher.

Keduanya diusung Partai Hanura, Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai Nasdem, dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia, dan menjadi paslon Pilkada Haltim pertama yang mendaftarkan diri ke KPU Jumat pagi.

Muhdin sebelumnya menjabat Wakil Bupati Haltim periode 2010-2015 dan 2016-2020. Pada Maret, ia dilantik menjadi Bupati Haltim menggantikan Rudy Erawan yang tersangkut kasus suap dan divonis 4,5 tahun penjara. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*