Aktifitas Angkutan Penumpang dan Barang di Bandara Ahmad Yani Semarang Mulai Menggeliat

Bandara Ahmad Yani Semarang | Foto: google Moh Arifin

JoSS, SEMARANG – Aktifitas lalu lintas udara baik penumpang pesawat maupun kargo di Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang mulai menunjukan peningkatan yang signifikan, setelah sempat anjlok di semester pertama tahun ini akibat pandemi Covid-19.

General Manager PT Angkasa Pura I (Persero), Hardi Ariyanto menyampaikan bahwa kondisi penerbangan di Bandara Jenderal Ahmad Yani sudah mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya.

Hal ini sejalan dengan telah diberlakukannya aturan baru sehingga memudahkan para pengguna jasa yang ingin bepergian menggunakan pesawat udara, seperti peningkatan kapasitas angkut penumpang pesawat udara yang awal mulanya sebesar 50% menjadi 70% dan masa berlaku rapid test / PCR menjadi 14 hari.

“Untuk meningkatkan jumlah wisatawan yang datang ke Semarang, kami telah menjalin kerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang dalam hal peningkatan layanan promosi kebudayaan dan pariwisata serta kegiatan kesenian di Bandara Jenderal Ahmad Yani pada bulan Juli 2020 lalu,” jelasnya.

Dia menambahkan peningkatan jumlah penumpang mulai terjadi di bulan Juni, dimana pada periode ini mengalami peningkatan sebesar 990%, dari 2.329 penumpang pada bulan Mei menjadi 25.390 penumpang di bulan Juni.

Selanjutnya pada bulan Juli peningkatan jumlah penumpang kembali terjadi sebesar 109% dari bulan sebelumnya, yaitu sebanyak 53.155 penumpang, begitu pula pada bulan Agustus jumlah penumpang meningkat sebesar 40% dari bulan sebelumnya, yaitu sebanyak 74.485 penumpang.

Baca juga: Bakal Jadi Bandara Teramai, YIA Digadang Dongkrak Pariwisata Jateng

“Secara total, pada bulan Januari sampai dengan Agustus 2020 jumlah penumpang yang berangkat maupun datang ke Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang mencapai angka 1.020.855 penumpang,” tuturnya.

Pada bulan Agustus tersebut, selain peningkatan pada jumlah penumpang, juga terjadi peningkatan pada jumlah pergerakan pesawat sebesar 27%, dimana dari 834 pesawat pada bulan Juli menjadi 1.064 pesawat di bulan Agustus. Peningkatan juga terjadi pada jumlah pergerakan kargo, yaitu sebesar 20% dari 553.564 kg pada bulan Juli menjadi 664.913 kg pada bulan Agustus.

Seperti diketahui, pandemi Covid-19 yang mulai dari Wuhan China pada akhir tahun lalu berimbas pada aktifitas penerbangan lintas negara, pembatasan jarak sosial dilakukan di sejumlah negara untuk mencegah penyebaran virus tersebut.

Di Indonesia pemerintah mulai mengumukan kasus pertama Covid-19 pada awal Maret lalu. Kondisi tersebut berdampak pada hampir seluruh sektor ekonomi di Tanah Air.

Sektor transportasi menderita pukulan hebat. Penurunan jumlah penumpang terjadi secara bertahap. Pada bulan Februari 2020 kemarin pergerakan penumpang mengalami penurunan jika dibandingkan dengan bulan Januari 2020, yaitu sebesar -4% dari 309.312 menjadi 296.580 penumpang.

Pada bulan Maret jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya juga mengalami penurunan sebesar -27%, yaitu dari 296.580 menjadi 215.400 penumpang. Pada bulan April jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya mengalami penurunan sebesar -80% yaitu dari 215.400 menjadi 44.204 penumpang. Dan di bulan Mei juga mengalami penurunan sebesar -95% yaitu dari 44.204 menjadi 2.329 penumpang jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*