Polisi Masih Selidiki Hilangnya Belasan Kerbau Di Letusan Kawah Oro-oro Gabusan Blora

Foto: youtube tribunjateng

JoSS, BLORA – Aparat Kepolisian Resor Blora, Jawa Tengah, masih menyelidiki dugaan belasan kerbau tenggelam ke dalam lokasi terjadinya semburan lumpur bercampur gas di kawasan Hutan Kesongo (Bumi Kesongo) yang biasa disebut oro-oro kesongo di Desa Gabusan, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, Kamis (27/8).

Viral video beredar kawah Oro-oro Kesongo di Desa Gabusan, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, meletus, Kamis (27/8/2020) pagi sekitar pukul 05.00 WIB. Empat warga dilaporkan keracunan gas dan 17 kerbau tertelan lumpur, dan satu ekor kerbau selamat.

“Hingga kini, kami belum bisa memastikan kerbau yang hilang tersebut benar-benar masuk ke dalam lokasi semburan lumpur atau lari dan masih hidup,” kata Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Jati Polres Blora AKP Bajuri, dilansir dari Antara.

Letusan kawah di kawasan padang rumput di wilayah Perhutani KPH Randublatung Kesongo sejak Kamis pagi dinilai cukup besar. Letusan kawah lumpur diawali suara gemuruh tanah bergetar.

Lazimnya warga setempat memang menggembalakan ternak di sekitar pusat letusan yang berada di hamparan tanah lapang berumput tersebut. Ada rawa tempat biasa ternak minum di dekat pusat semburan. Saat kejadian sejumlah kerbau sudah mendekati rawa.

Alhasil ketika lumpur terdorong dari bumi dengan ketinggian mencapai 40 meter lebih menimbun daerah sekitar. Termasuk kerbau yang berada tak jauh dari lokasi letusan.

Video yang beredar menunjukkan letusan lumpur berulang. Tinggi dan luasan luapan lumpur tergambar jelas. Warga sempat juga menyelamatkan seekor kerbau yang tertimbun lumpur.

Baca juga: Temui Dua Pabrik Rokok, Ganjar Pastikan Tembakau Petani Temanggung Dibeli Layak

Warga menarik dan menopang agar kerbau bisa berdiri, membersihkan lumpur di mata, hidung dan mulut hewan berkulit hitam. Mereka membawa ember berisi air guna memudahkan menghilangkan lumpur dari hewan yang selamat dari maut tersebut.

Sejauh ini belum diketahui detail luasan dampak letusan, Kamis pagi tersebut. Namun demikian, kejadian ini menyebabkan empat warga pingsan. Tidak ada korban jiwa manusia dampak semburan.

Untuk itulah, katanya, masih dilakukan penyelidikan guna memastikan kebenaran informasi ada sejumlah kerbau yang hilang milik salah seorang warga desa setempat.

Kronologis kejadiannya sendiri, berawal pada Kamis (27/8/2020) pukul 05.00 WIB, pemilik belasan kerbau mengeluarkan hewan ternaknya dari kandang.

Selanjutnya, diarahkan menuju kubangan lumpur yang selama ini digunakan untuk bermain kerbau tersebut tak jauh dari kandang kerbaunya. “Tiba-tiba, muncul semburan lumpur yang disertai dengan gas yang diduga beracun,” ujarnya.

Semburan lumpur tersebut, diperkirakan berlangsung mulai pukul 05.00 WIB hingga pukul 06.30 WIB.

Atas kejadian tersebut, pemilik kerbau bernama Marno terpaksa dilarikan ke Puskesmas terdekat karena diduga menghirup gas beracun. “Korban hanya menjalani rawat jalan sehingga setelah diperiksa dokter, boleh pulang,” jelasnya.

Sementara kerbau yang digembala, katanya, dikabarkan hilang, namun kepastiannya menunggu hasil penyelidikan mengingat informasi adanya kehilangan belasan kerbau masih simpang siur.

Kompleks Oro-Oro Kesongo yang berada di wilayah Perhutani dikabarkan kerap mengeluarkan lumpur dan gas serta sering didatangi warga dari luar daerah untuk kepentingan tertentu.

Lahan kosong yang masuk kawasan hutan negara itu, totalnya seluas 119,1 hektare berupa padang/gunungan lumpur, rumput, rawa, dan sudah ratusan tahun dalam kondisi kosong (tidak berpoduksi). (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*