100 Lebih Pegawai RSUD dr Moewardi Positif Covid-19, Penerapan Protokol Kesehatan Diperketat

RSUD dr Moewardi | Foto: google eko susanto

JoSS, SOLO – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta kedisiplinan masyarakat terhadap pencegahan penularan Covid-19 perlu ditingkatkan, serta protokol kesehatan di rumah sakit harus lebih ketat, menyusul lebih dari 100 orang pegawai RSUD dr Moewardi (RSDM) Solo terkonfirmasi positif Covid-19.

Ganjar menambahkan tracing dilakukan agar penanganan segera tuntas. Jika hasil tracing menyatakan ada yang harus isolasi, maka agar segera ditindaklanjuti. Ia juga meminta protokol kesehatan di rumah sakit agar diperketat. Bahkan jika perlu para pimpinan harus mengawasi langsung.

“Memang hari ini saya memperhitungkan dengan kenormalan baru, ada anggapan yang saya duga bahwa ini dianggap sudah normal. Maka kedisiplinan perlu ditingkatkan, protokol kesehatan di rumah sakit harus ketat. Tampaknya perlu pimpinan di atasnya mengawasi dengan ketat sehingga disiplin bisa dijaga,” ujarnya, seperti dikutip dari detik.com.

Menurut Ganjar saat ini bukan saatnya menyalahkan terkait kasus COVID-19, namun penanganan yang lebih penting. Pemprov Jateng disebutnya saat ini meningkatkan kemampuan laboratorium untuk 4.991 tes per hari.

“Kita siapkan barang habis pakainya, peralatan, SDM-nya, agar dalam grafik yang meningkat ini segera kita terkam dengan peralatan yang cukup dan teknik yang baik,”lanjutnya.

Baca juga: UNS Siapkan Rumah Singgah Bagi Civitas Akademikanya Yang Terkena Covid-19

Diberitakan sebelumnya, lebih dari 100 orang pegawai RSUD dr Moewardi (RSDM) Solo terkonfirmasi positif COVID-19. Jumlah tersebut merupakan akumulasi kasus sejak dua pekan lalu.

“Jumlahnya seratusan lebih. Ada dari nakes (tenaga kesehatan), perawat, mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), dan staf administrasi,” kata Direktur RSDM Cahyono Hadi kepada wartawan, Kamis (23/7).

Namun Cahyono memastikan pelayanan rumah sakit tetap berjalan seperti biasa. Menurutnya, banyak pegawai yang sudah sembuh dari COVID-19.

“Pelayanan dipastikan tidak terganggu. Karena sudah banyak yang sembuh, hasil tes kemarin saja (22 Juli), dari 18 yang diperiksa PCR swab, hasilnya negatif semua,” ujar dia.

Cahyono mengatakan para pegawai positif COVID-19 itu termasuk orang tanpa gejala (OTG). Mereka dikarantina hingga sembuh.

“Karena tanpa gejala, setelah negatif Corona, mereka kita istirahatkan tiga hari. Kemudian mereka bekerja kembali,” katanya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*