Soal Warna Kulit, Dita Karang: Mereka Minta Aku Pertahankan Kulit Cokelatku

Foto: instagram.com/ditakarang

JoSS, SEOUL – Dita Karang, gadis asal Jogja yang kini menjadi salah satu personel girlband Korea Selatan menceritakan kisahnya masuk dalam bagian industri hiburan negeri Ginseng itu. Khususnya tentang perbedaan warna kulitnya yang kecoklatan.

Hal itu diungkapkannya dalam Sesi live interview antara Dian Sastrowardoyo dan Dita Karang pada Minggu (24/5) yang menyedot perhatian warganet. Sepanjang siaran langsung, sekitar 20 ribu pengguna Instagram ikut menyaksikan. Bahkan puncaknya sempat menyentuh angka 29 ribu viewers.

Tak hanya nonton, sejumlah warganet juga memberikan sejumlah pertanyaan kepada Dita Karang. Salah satu pertanyaan yang dibacakan oleh Dian Sastrowardoyo, adalah mengenai rasisme.

“Apa benar kalau katanya di Korea itu ada problem rasisme?” tanya Dian Sastrowardoyo. Dita mengaku selama ini ia tak merasakan perilaku tersebut. “Sejauh ini, aku belum pernah merasakan itu,” tuturnya.

“Selama ini aku lihat orang-orang, kayak di music broadcasting station, mereka semua biasa aja kayak enggak ada…aku enggak terlalu ngelihat sih, personally. Tapi aku enggak ngerti, mungkin karena aku belum keluar lebih jauh lagi,” tuturnya.

Dita juga merasa dirinya tak dibedakan dengan yang lain, atau diminta untuk mencapai standar kecantikan Korea konvensional, seperti berkulit putih.

Baca juga: Adik Via Vallen Positif Corona Covid-19

“Malah mereka yang bilang kayak they like my tan skin, and just keep it that way (mereka menyukai kulitku yang kecokelatan, dan pertahankan seperti ini saja),” tuturnya.

Dian Sastrowardoyo memperkirakan bahwa mungkin salah satu alasannya adalah Dita memiliki kemampuan berbahasa Korea.

“Mungkin selama kamu bisa berbahasa Korea kamu jadi merasa enggak punya problem berkomunikasi atau mengemukakan pendapat. Sehingga kamu bisa berargumen dengan baik,” kata Dian Sastrowardoyo.

Selain mengiyakan pendapat Dian, Dita juga merasa sudah jadi kewajibannya untuk mempelajari bahasa dan budaya di Negeri Ginseng.

”Karena aku mau beraktivitas di Korea, aku sebisa mungkin show them that I’m really interested in their culture and everything (Aku harus menunjukkan bahwa aku tertarik dengan kebudayaan mereka dan segala sesuatunya),” tuturnya, seperti dilansir dari Liputan6.com.

“Aku juga merasa mereka enggak mungkin hate me for loving their culture juga,” kata dia menambahkan. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*