
JoSS, JAKARTA – Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Seskoau) menggelar seminar internasional bertemakan “Sinergitas Pengamanan Wilayah Perbatasan Berbasis Teknologi Informasi” secara online sebagai upaya mengembangkan model pengamanan wilayah perbatasan berbasis teknologi. Selain melibatkan banyak ahli dan pakar dari berbagai lembaga penelitian dan universitas, seminar ini juga diikuti beberapa Atase Pertahanan (Athan) dari beberapa negara.
Narasumber yang hadir pada seminar yang diselenggarakan Pasis Seskoau A-57 dan Sesau A-13 itu terdiri dari KSAU Marsekal TNI Yuyu Sutisna, gurubesar Chiba University Jepang Prof Josaphat Tetuko Sri Sumantyo, Dr Dinno Patti Djalal (Mantan Wamenlu), Marsekal TNI (Pur) Chappy Hakim (Mantan KSAU), Kepala BSSN Letjend (Purn) Hinsa Siburian, Asops Panglima TNI Mayjend TNI Arios Tiopan Aritonang, guru besar UUM Malaysia Prof Dr Abdul Rahim Anuar, Dr. Harry Septanto peneliti Peneliti Madya Lapan dan Dinna Prapto Raharja Ph.D dari Universitas Paramadina selaku moderator.
Komandan Seskoau, Marsekal Muda TNI Henri Alfiandi, mengatakan seminar dilaksanakan memanfaatkan teknologi informasi sesuai protokol kesehatan penanganan covid-19. “Kegiatan ini diharapkan mampu menguatkan wawasan para perwira siswa sebagai calon pemimpin TNI masa depan, sehingga mampu menemukan solusi atas masalah pertahanan khususnya pengamanan wilayah perbatasan berbasis teknologi,”kata Henri Alfiandi, Kamis (16/4/2020).
Menurut Henri, pemanfaatan teknologi dalam pengamanan wilayah perbatasan adalah sebuah keniscayaan. Karena itu dia berharap masukan dari narasumber seperti Prof Prof Josaphat Tetuko Sri Sumantyo yang dikenal piawai dalam teknlogi drone bisa menginspirasi aplikasi teknologi informasi dan drone yang sudah mulai mampu dibuat oleh anak bangsa.
Konsepsi pengamanan wilayah perbatasan berbasis teknologi, kata Henri, bukan sekedar bagaimana kemampuan teknologi diaplikasikan. Namun menyangkut optimalisasi mekanisme koordinasi dan system komunikasi berbagai pihak seperti patrol keamanan maritim, penegakan hukum dan pengelolaan perbatasan yang ditangani Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP). “Sinergitas tetap menjadi kata kuncinya,” ujar Henri.
Dalam acara yang digelar di Gedung Widya Mandala 1 Kampus Seskoau, Bandung, Selasa-Rabu (14-15/4/2020) Henri mengingatkan agar kita waspada terhadap fenomena kejahatan transnasional yang memanfaatkan kelemahan pengamanan dan pegawasan perbatasan. Itu menjadi tantangan bagi institusi yang memiliki tanggungjawab terhadap pengamanan wilayah perbatasan termasuk TNI.
Baca juga: Menkeu Pastikan THR dan Gaji ke-13 Bagi ASN, TNI dan Polri Aman
“Kondisi riil sekarang, kita masih perlu meningkatkan sinergitas. Karenanya, dengan menyatupadukan kekuatan dan sumberdaya yang dimiliki dengan didukung teknologi baik teknologi informasi komunikasi maupun drone, kita optimis bisa mengamankan dan menyelamatkan kekayaan sumberdaya alam kita yang sangat luar biasa,” katanya.
Banyaknya permasalahan perbatasan disebut Henri dapat diselesaikan dengan mengintegrasikan mekanisme koordinasi pengamanan perbatasan. Di antaranya dengan memperbaiki sistem komunikasi serta istem dan perangkat monitoring.
Peserta seminar dan juga salah satu perumus naskah seminar, Mayor (Lek) Rozikin, mengatakan wawasan dan rasa tanggungjawab Perwira TNI Angkatan Udara wajib diasah dan diperkuat sepanjang pengabdian kepada negara dan bangsa Indonesia dengan berpegang pada Sapta Marga dan Sumpah Prajurit.
“Menjadi prajurit Angkatan Udara harus memiliki jiwa militan, inovatif dan profesional. Salah satu contohnya adalah ditengah situasi wabah virus corona tidak menyurutkan semangat para perwira siswa berinovasi agar seminar internasional yang telah direncakan tetap dapat terselenggara meskipun harus menerapkan social distancing dengan memanfaatkan kemajuan teknologi,” ujarnya.
Rozikin menegaskan bahwa para Pasis Seskoau sebagai generasi muda pewaris kepemimpinan TNI yang modern senantiasa mengedepankan profesionalisme dalam menjalin sinergitas dengan instansi lain, Karena itu perlu banyak menimba ilmu dari para senior. (wid)

Leave a Reply