Pembangunan Konstruksi Bandara Dhoho Kediri Dimulai Pertengahan April

Penandatangan nota kesepahaman atau MoU PT Angkasa Pura I dengan PT Gudang Garam | Foto: mediabumn

JoSS, KEDIRI – Pembangunan konstruksi proyek Bandara Dhoho Kediri, Jawa Timur bakal dimulai pada pertengahan April 2020, PT Angkasa Pura I (Persero) bersama PT Gudang Garam Tbk telah menandatangani nota kesepahaman atau MoU terkait rencana kerja sama pengusahaan proyek tersebut.

Penandatanganan MoU ini dilakukan oleh Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi bersama Direktur PT Gudang Garam Tbk. Istata T. Siddharta di Jakarta, Selasa (10/3).

“Kami sangat antusias dapat menuangkan suatu rencana kerja sama yang baik antara Angkasa Pura I dengan Gudang Garam terkait pengelolaan Bandara Dhoho di Kediri, Jawa Timur. Pembangunan Bandara Dhoho Kediri sangat potensial karena dapat menjadi alternatif penerbangan setelah Bandara Internasional Juanda di Jawa Timur,” ujar Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi.

Angkasa Pura I sebagai pemilik lisensi badan usaha bandar udara (BUBU) dari Kementerian Perhubungan akan bekerjasama dengan Gudang Garam melalui Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha berdasarkan prakarsa oleh badan usaha (unsolicited).

Pihaknya berkomitmen menjadikan Bandara Dhoho sebagai bagian dari multi-airport system di wilayah Jawa Timur untuk melayani pertumbuhan lalu lintas penumpang (passenger traffic).

Seperti dikutip dari Beritatrans.com, Bandara Kediri direncanakan menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) dan menjadi gerbang alternatif menuju Jawa Timur selain Bandara Juanda Surabaya.

Pada tahun 2019, tercatat Bandara Juanda telah melayani lebih dari 16,6 juta penumpang dengan trafik pesawat mencapai 129 ribu pergerakan pesawat dan kargo mencapai 88,4 juta kilogram.

Baca juga: Desain Terminal Penumpang Bandara JB Soedirman Purbalingga Disetujui

“Pembangunan Bandara di Kediri ini sangat potensial karena dapat menjadi alternatif penerbangan setelah Bandara Juanda di Jawa Timur,” tuturnya.

Maka seiring dengan perkembangan dan potensi tersebut, bandara di Kediri ini dapat menjadi alternatif bandara yang akan dapat menjadi gerbang kedua di wilayah Jawa Timur, terutama dapat membuka area ke wilayah Tulung Agung, Blitar, Ponorogo, Trenggalek, Madiun, Magetan dan lain lain.

Bandara Dhoho rencananya akan dibangun di Desa Grogol, Kecamatan Grogol dan Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri. Jarak Desa Grogol ke Pusat Kota Kediri sekitar 13 km dengan waktu tempuh sekitar 30 menit.

Sementara jarak dari Bandara Juanda Sidoarjo sekitar 120 km dengan waktu tempuh 1,5 hingga 2 jam perjalanan via jalan tol. Sedangkan jarak dari Bandara Abdurahman Saleh Malang sekitar 87 km dengan waktu tempuh perjalanan darat non tol 3 hingga 4 jam.

“Tahap awal, Bandara Dhoho direncanakan akan dibangun seluas 13.558 meter persegi dari luas total lahan bandara hampir 400 hektar dengan dimensi runway 2400 meter x 45 meter untuk kapasitas 1,5 Juta penumpang per tahun,” ujar dia.

Direktur PT Gudang Garam Tbk. Istata T. Siddharta mengatakan, investasi ini merupakan investasi jangka panjang dan komitmen perusahaan untuk berkontribusi terhadap pengembangan wilayah Jawa Timur.

“Pembebasan lahan sudah 99 persen, tersisa satu persen atau dua hektar dari total 380 hektar yang disiapkan,” ucap Istata. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*