
JoSS, KUALA LUMPUR – Raja Malaysia atau Yang di-Pertuan Agong XVI Al-Sultan Abdullah Ri’ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah Ibni Almarhum Sultan Haji Ahmad Shah Al-Musta’in Billah membubarkan Kabinet Pakatan Harapan.
Hal itu dilakukan Raja menyusul pengunduran diri Mahathir Muhamad sebagai Perdana Menteri Malaysia. Raja juga meminta pria berusai 94 tahun itu tetap memimpin Malaysia hingga pemerintahan baru dibentuk.
“Agong membatalkan pelantikan Menteri-Menteri atas nasihat Perdana Menteri sebagaimana yang diperuntukkan dalam Pasal 43(5) Undang-Undang Persekutuan pada 24 Februari 2020 selaras dengan peletakan jabatan Perdana Menteri,” ujar Kepala Sekretaris Negara Malaysia, Mohd Zuki Bin Ali di Putrajaya, Senin, seperti dikutip dari Antara.
Sehubungan itu, ujar dia, tugas-tugas Wakil Perdana Menteri, para menteri, wakil menteri dan sekretaris politik menteri akan berhenti pada tanggal yang sama.
Sebelumnya Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri’ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah telah menerima pengunduran diri Tun Dr Mahathir sebagai Perdana Menteri.
“Namun raja telah menyetujui Dr Mahathir untuk terus menjalankan pemerintahan sebagai Perdana Menteri sementara sambil menunggu perdana menteri baru akan ditunjuk,” ujar Datuk Seri Mohd Zuki.
Dia mengatakan ketentuan ini sejalan dengan Pasal 43 (2) (a) Konstitusi Federal.
Baca juga: Italia Tunda 46 Pertandingan Sepak Bola Karena Wabah Corona Mengganas
Seperti diketahui Mahathir Mohamad secara tak terduga mengundurkan diri sebagai perdana menteri pada Senin (24/2), meninggalkan negara Asia Tenggara itu dalam kekacauan politik. Pengunduran diri membuat koalisi Mahathir Mohammad (94) dengan Anwar Ibrahim (72) retak.
Padahal koalisi tersebut mencetak kemenangan mengejutkan pada pemilihan umum pada 2018.
Mahathir Mohammad mengundurkan diri sebagai Perdana Menteri Malaysia menyusul tuduhan bahwa dia akan membentuk kemitraan dengan partai-partai oposisi yang dikalahkannya saat Pemilu dua tahun lalu.
“Dia berpikir bahwa dia seharusnya tidak diperlakukan seperti itu, bahwa ia bekerja sama dengan orang-orang yang kami yakini korup,” ujar Anwar Ibrahim setelah bertemu Mahathir Mohammad Senin pagi.
“Ia menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak akan bekerja sama dengan orang-orang yang berhubungan dengan rezim lampau,” ujar Presiden Partai Keadilan Rakyat itu.
Tetapi tidak jelas apakah pengunduran diri itu mengakhiri posisi Mahathir Mohammad sebagai perdana menteri Malaysia sepenuhnya, karena setidaknya tiga pihak dalam koalisinya meminta Mahathir untuk tetap menjabat. Beberapa oposisi juga setuju untuk mendukungnya.
“Jika dia kembali sebagai PM, dia memiliki kebebasan untuk memilih mitranya atau yang dia ingin menjadi bagian dari kabinetnya,” kata Ibrahim Suffian, direktur jajak pendapat Merdeka. (lna)

Leave a Reply