Diterjang Banjir Saat Latihan Pramuka, Lima Pelajar SMPN 1 Turi Sleman Meninggal Dunia

Pelajar Pramuka SMPN 1 Turi Sleman, diterjang banjir saat susur sungai Sembor, Jumat (21/2) | Foto: BNPB

JoSS, SLEMAN – Ratusan pelajar SMPN I Turi, Sleman diterjang banjir saat melakukan susur sungai Sembor sebagai salah satu kegiatan dalam latihan pramuka, Jumat (21/2), sekitar pukul 15.00 WIB Puluhan murid hanyut, lima di antaranya ditemukan meninggal dunia, dan satu lainnya kritis.

Diduga, saat melakukan susur sungai tersebut, tiba-tiba terjadi banjir kiriman dari hulu yang tidak bisa diprediksi sebelumnya. Lokasi kejadian di dusun Dukuh, Desa Donokerto, Kecamatan Turi, Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB Agus Wibowo mengatakan berdasarkan laporan BPBD, beberapa murid yang sedang melakukan penyusuran sungai hanyut ketika arus sungai yang deras di Sungai Sembor.

Murid hanyut yang sudah ditemukan berjumlah 6 orang. Empat orang diketemukan meninggal dunia, dua di antaranya sudah teridentifikasi atas nama Nur Azizah dan Arisma. Dual lagi kritis, di bawa ke puskesmas Turi, akhirnya satu di antaranya meninggal.

“Belum dikatahui jumlah pasti yang hanyut, yang jelas ditemukan 6 murid, 4 di antaranya dalam kondisi sudah tidak bernyawa, sementara dua lainnya kritis, lalu yang satu kritis itu meninggal dunia. Lokasi insiden terjadi di Sungai Sembor yang berada di Dusun Dukuh, Desa Donokerto, Kecamatan Turi, Sleman, D.I. Yogyakarta,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima JoSS.co.id, Jumat (21/2).

Baca juga: Tanggul Sungai Piji Kembali Jebol, Wilayah Kesambi Kudus Banjir 1,3 Meter

Agus menambahkan mereka yang tergabung dalam kegiatan pramuka merupakan kelas 7 dan 8 dari SMP Negeri 1 Turi. Sebanyak 257 orang mengikuti kegiatan penyusuran Sungai Sempor tanpa melihat kondisi cuaca. Namun demikian, saat ini kondisi masih simpang siur terkait dengan data jumlah murid yang mengalami insiden.

“Ketika para murid melakukan penyusuran, tiba-tiba terjadi banjir dengan arus deras yang akhirnya menghanyutkan beberapa murid. Saat ini tim gabungan dari SAR dan Polres Sleman masih melakukan pencarian korban hanyut. Pihak BPBD dan TNI turut membantu dalam penanganan darurat,” ujarnya.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sleman Makwan mengatakan kegiatan Pramuka SMPN 1 Turi ini diikuti sekitar 257 siswa. “Kegiatan yang dilakukan yakni susur Sungai Sempor, pada saat turun ke sungai di lokasi belum hujan, tetapi di hulu sudah hujan,” katanya seperti ditulis Antara.

Ia mengatakan, saat ini proses evakuasi dan pendataan anak-anak di sekolah sedang dilakukan. “Sedangkan tim SAR gabungan masih menyisir sepanjang aliran Sungai Sempor,” katanya.

Ia mengatakan, data sementara 257 siswa ikut Pramuka susur sungai, yang sudah terdata di sekolah 154 anak. “Ada yang langsung pulang, lima meninggal dunia, luka luka dibawa ke Klinik SWA, empat dibawa ke Puskesmas Turi, satu dibawa ke Klinik Purihusada,” katanya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*