
JoSS, SOLO – PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN) pengelola jalan tol ruas Solo – Ngawi memprediksi jumlah kendaraan yang melintas diperkirakan naik 75% saat puncak libur Natal dan Tahun Baru 2020. Ruas jalan di km 511 hingga km 512 Jalur B disebut menjadi titik rawan.
Direktur Utama (Dirut) PT JSN, Ari Wibowo mengatakan jumlah kendaraan yang melintas diperkirakan mencapai 25.250 kendaraan saat puncak kenaikan. “Rata-rata dalam sehari kendaraan yang melintas di tol Solo-Ngawi mencapai 14.400, kalau puncak kepadatan diperkirakan akan mencapai 25.250 kendaraan, atau naik 75%,” katanya, seperti dikutip dari Kontan.id.
Mengantisipasi terjadi kepadatan kendaraan di gerbang tol, Ari menyampaikan, pihaknya sudah melakukan berbagai persiapan. Diantaranya dengan menambah jumlah gardu satelit sebanyak 16 titik.
“Kami melakukan penambahan gardu satelit total sebanyak 16 titik. Gardu satelit ini ditempatkan di seluruh gerbang tol ruas Solo – Ngawi,” urainya.
Baca juga: Waskita Jual Tol Solo-Ngawi dan Ngawi-Kertosono Senilai Rp2,5 Triliun
Dengan adanya penambahan gardu satelit ini diharapkan dapat mengantisipasi terjadinya antrean panjang kendaraan yang akan masuk maupun keluar tol. Penambahan gardu satelit ini seperti yang dilakukan saat arus mudik dan balik Lebaran.
Selain melakukan penambahan gardu satelit, masih kata Ari, pihaknya juga melakukan penambahan mobiler reader dan jumlah petugas. Kemudian, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian.
“Penambahan petugas ini untuk membantu proses tapping kartu serta koordinasi dengan pihak kepolisian,” kata dia. Kemudian, untuk mengantisipasi terjadinya kepadatan yang mungkin saja terjadi, akan dilakukan pengalihan gerbang keluar. “Bila diperlukan penggalian gerbang keluar, karena kepadatan di jalur arteri,” ujar Ari.
Sementara itu, Ari mengimbau pengemudi untuk tetap waspada khususnya di sejumlah ruas yang rawan. yakni di km 511 hingga km 512 Jalur B cukup sering terjadi kecelakaan. “Dari data kecelakaan awal tahun sampai dengan Maret 2019 menunjukkan agak sering terjadi di lokasi tersebut,” jelasnya, belum lama ini.
Namun, angka kecelakaan di KM 511 dan 512 Jalur B sudah mengalami penurunan sampai saat ini. Hal tersebut dikarenakan PT JSN sudah melakukan perbaikan di lokasi tersebut. “Kami telah memberikan tambahan lampu flip flop dan overlay pada lokasi tersebut,” jelas Ari.
Ari memastikan KM 511 dan 512 Jalur B sudah tidak ada kendala saat dilewati para pengguna tol Solo-Ngawi. “Saat ini sudah tidak ada kendala, setelah kami overlay pada pertengahan tahun. Kerawanan kecelakaan lebih disebabkan karena faktor kelelahan dan tidak fitnya kendaraan,” tambahnya. (lna)

Leave a Reply