Seniman Angklung Bakal Difasilitasi Untuk Bisa Tampil di Sejumlah Tempat Wisata

Ilustrasi angklung - Geraja Blenduk Kawasan Kota Lama Semarang | Foto: Facebook Seasons City Trade Mall/pesona.travel

JoSS, SEMARANG – Pemkot Semarang bakal mendata kelompok seniman angklung di kota ini untuk nantinya bisa difasilitasi tampil di sejumlah tempat wisata. Hal itu dilakukan setelah penertiban seniman angklung dari kawasan Kota Lama baru-baru ini.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan saat ini ada 9 kelompok angklung yang telah di data. Dia berharap sembilan kelompok seni angklung yang ada di Kota Semarang dapat terfasilitasi dan memiliki kesempatan yang sama untuk meramaikan tempat-tempat wisata yang ada di Kota Lumpia.

Menurutnya, saat ini sedang diatur oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang.

“Saya berharap 9 kelompok seniman angklung itu dapat bermain di kawasan wisata. Jadi tidak hanya di Kota Lama saja, melainkan dapat di jatah atau dijadwalkan oleh Disbudpar untuk masing-masing group musik tersebut,” jelasnya, dalam audiensi bersama puluhan seniman angklung, Senin (14/10).

Seperti diketahui, penertiban seniman angklung yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja beberapa waktu lalu di kawasan Kota lama yang diwarnai ricuh dan aksi protes di sosial media. Hal itu karena peralatan musik yang disita dan berada digudang milik Satpol PP banyak yang rusak, sehingga tidak bisa digunakan lagi.

Selanjutnya, puluhan seniman angklung tersebut melakukan audiensi dengan Walikota Semarang Hendrar Prihadi, membahas terkait dengan polemik antara Satuan Polisi Pamong Paraja (Satpol PP) Kota Semarang.

Baca juga: Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Diusulkan Khusus Wisatawan

Hendi sapaan Wali Kota Semarang, mengatakan pihaknya hanya berupaya menjadi penengah, sehingga permasalahan tersebut dapat terselesaikan.

“Karena sempat menjadi viral di sosial media, yang satu merasa Satpol PP terlalu kasar, yang satu Satpol PP merasa penindakan sudah sesuai aturan. Kalau buat saya, sekarang yang terpenting solusi,” Katanya.

Dalam kesempatan itu, Hendi sapaan akrab Walikota Semarang itu mengungkapkan, bahwa pihaknya siap membantu untuk memperbaiki alat angklung yang rusak tersebut. “Ada yang rusak? Ya dibetulakan, nanti biar kami yang tanggung untuk biaya perbaikannya,” ungkapnya.

Sementara itu, Koordinator Seniman Angklung Semarang, Didi Agus Riyanto mengungkapkan, melalui audiensi dengan Walikota tersebut pihaknya merasa puas.

“Kami merasa sangat puas hasil audiensi dengan Walikota Semarang, kita minta untuk penggantian alat-alat angklung dan ini sudah dipenuhi oleh walikota. Tadi Pak Walikota juga mengijinkan untuk menempati beberapa spot di lokasi wisata,” katanya, seperti dikutip dari Jagaberita.com.

Kedepan lanjut Didi, pihaknya akan membentuk sebuah wadah seniman angklung Kota Semarang. Sehingga keberadaan para seniman tersebut lebih di berdayakan dan dikembangkan.

“Kita setelah ini akan bentuk sebuah wadah untuk para seniman angklung, entah itu paguyuban atau apa. Tujuannya disamping untuk pendataan, kami juga ingin mengembangkan komunitas musik angklung yang ada di Kota Semarang ini,” ungkapnya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*