
JoSS, SURABAYA – Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya rusak parah akibat kerusuhan yang terjadi usai laga Persebaya Surabaya melawan PSS Sleman dengan skore 1-3, Selasa (29/10). Saat pertandingan berakhir penonton berhamburan ke lapangan, membakar dan merusak fasilitas yang bakal dijadikan salah satu tempat penyelenggaraan Piala Dunia U20/2021.
Kepala Bidang Sarana Prasarana (Sarpras) Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Surabaya, Edi Santoso mengecek kondisi Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) usai kerusuhan. Beberapa fasilitas diakuinya mengalami kerusakan.
Edi mengatakan, kerusakan terjadi di bangku (bench) pemain. Beberapa bagian terlihat pecah. Tak hanya itu, bangku pengawas pertandingan (bench match comisioner) juga dirusak oknum pendukung Persebaya. “Kerusakan bench pemain dihancurkan,” tegas Edi.
Tak hanya itu, Edi juga menyebut beberapa fasilitas dibakar yakni papan iklan, lintasan lari dan jarring gawang hangus. “Semua dibakari, papan reklame habis, lintasan lari masih di cek, ini masih dimatikan (lampu stadion). Gawange lebih (rusak) dibakar ajur, tinggal tiang aja,” tambah Edi.
Lebih lanjut, Edi juga menyebut kerusakan lain terjadi di lorong panel keluar masuk pemain. Ia menilai lorong tersebut perlu diganti karena tidak bisa dipakai lagi. “Lorong pemain panel diambrukan habis ini, ndak bisa dipakai lagi, besok kita akan benahi,” ungkap Edi.
Terkait kerugian, Edi belum dapat memastikannya. Yang jelas, menembus ratusan juta rupiah. Rencananya, ada tim dari Pemerintah Kota Surabaya yang datang ke Stadion GBT untuk mengecek langsung.
Baca juga: Sultan Sebut Aksi Rusuh Suporter Bola Tindakan Biadab, Izin Penggunaan Stadion Dikaji Ulang
“Besok (30/10) ada tim kami yang datang untuk mengecek sejauh mana kerusakannya. Belum estimasi (kerugian) tapi kalau angka jutaan belum berani ngomong,” pungkasnya.
Seperti diketahui, usai peluit akhir laga Persebaya Surabaya Vs PSS Sleman, pendukung merangsek masuk ke lapangan. Hal ini tak lepas dari kekalahan 1-3 Persebaya di Stadion Gelora Bung Tomo pada pekan ke-25 Shopee Liga 1 2019, Selasa (29/10).
Dikutip dari IDNTimes penonton mulanya hanya menghampiri dan memeluk pemain Persebaya. Mereka terlihat protes dan kecewa. Tapi beberapa orang lain kemudian terlihat merusak papan sponsor di samping stadion.
Tak hanya itu, mereka terlihat melempar kursi panitia. Beberapa fasilitas mencoba dirusak seperti bangku (bench) hingga lorong keluar masuk pemain. Aparat yang terdiri dari polisi dan tentara segera menghalangi massa. Terpantau juga keributan terjadi antara supporter dengan polisi. Mereka saling kejar dan balas menyerang.
Direktur Media Persebaya, Nanang Prayitno mengatakan, para pemain dan official tim Persebaya langsung dievakuasi oleh aparat keamanan. Mereka menjadi sasaran amuk massa yang kecewa karena The Green Force kalah di kandang.
“Kita hari ini tidak ada press conference karena semua pemain sudah dievakuasi oleh mobil barakuda,” ujarnya ditemui di lokasi.
Terkait denda yang akan diterima Persebaya, Nanang mengatakan pihaknya akan patuh pada regulasi. Selain masuk ke lapangan usai pertandingan, sebagian pendukung juga menyalakan flare. “Kita pasti ada regulasi, dan menjalankan sesuai regulasi,” katanya. (lna)

Leave a Reply