RS Indriati Sukoharjo Punya Teknologi Canggih Untuk Pengobatan Kanker Payudara

Rumah Sakit Indriati Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo | Foto: google

JoSS, SUKOHARJO – Rumah Sakit Indriati Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, membuka layanan pengobatan kanker payudara. Pikah RS mengklaim memiliki teknologi terjanggih di Jateng untuk pengobatan penyakit mematikan tersebut.

Direktur RS Indriati Imelda Tandiyo mengatakan pembukaan klinik khusus kanker ini sebagai bentuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

“Klinik ini rencananya untuk pasien yang punya kelainan pada payudara, kebanyakan ibu-ibu, tetapi ada juga kasus yang terjadi pada pria namun tidak banyak,” katanya, di sela pembukaan klinik di Sukoharjo, Sabtu (14/9)

Ia mengatakan salah satu teknologi terkini yang ada di klinik kanker payudara RS Indriati adalah Mammotome. Bahkan, pihaknya mengklaim teknologi tersebut sejauh ini satu-satunya yang terdapat di Jawa Tengah.

“Alat ini berfungsi untuk mengambil benjolan atau jaringan tidak normal pada payudara dengan menggunakan jarum, benjolan atau jaringan abnormal tersebut akan disedot dan dikeluarkan tanpa menggunakan sayatan di payudara,” katanya, seperti dikutip dari Antara.

Baca juga: Daftar Rumah Sakit Sepanjang Jalur Pantura Jawa Tengah

Ia mengatakan cara tersebut menggantikan cara lama yang masih memerlukan sayatan pada payudara yang berdampak pada tampilan estetika payudara.

Lebih lanjut dia menyatakan pembukaan pelayanan tersebut dilakukan mengingat kanker payudara menjadi salah satu penyakit dengan kasus kematian tertinggi pada wanita. Dia menambahkan kondisi tersebut berbeda dengan sebelumnya yakni kanker rahim yang menduduki peringkat tertinggi yang menyebabkan kematian bagi ibu-ibu.

“Dulu kanker leher rahim menduduki peringkat tertinggi, sekarang malah kanker payudara yang jadi penyebab kematian utama bagi ibu-ibu,” katanya.

Ia mengatakan berdasarkan data WHO, untuk jumlah insiden penyakit kanker payudara di Indonesia cukup berbahaya.

“Di Indonesia perbandingannya 42:100.000 penduduk. Kalau di negara barat malah lebih tinggi, perbandingan jumlah penderita kanker payudara 100:100.000,” katanya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*