Pernah Sembuh, Ria Irawan Kembali Derita Kanker Getah Bening, Kok Bisa?

Ria Irawan | Foto: kapanlagi

JoSS, JAKARTA – Pernah dinyatakan sembuh dan bersih dari kanker kelenjar getah bening, Ria Irawan kini dinyatakan kembali mengidap penyakit yang pernah dideritanya pada 2014 lalu itu. Saat ini, Ria tengah dirawat di sebuah rumah sakit di Jakarta, karena kondisinya kembali drop.

Kakak Ria Irawan, Dewi Irawan, menceritakan bagaimana akhirnya Ria dilarikan ke rumah sakit. “Iya waktu kemarin itu, dia (Ria Irawan) tuh pas masuk memang kondisinya menurun, tapi dari mulai tanggal 1 September (dirawat),” katanya, seperti dilansir dari Suara.com.

Untuk sekarang, Dewi belum dapat berbicara banyak tentang kondisi Ria Irawan. Yang jelas, keluarga sedang fokus dengan pengobatan Ria. “Nanti baru dikasih tau. Ini masih dalam taraf awal soalnya,” katanya.

Seperti diketahui, Ria Irawan menderita kanker kelenjar getah bening stadium tiga semenjak September 2014 lalu.

Bersama almarhumah Julia Perez, bintang film Biola Tak Berdawai itu semangat menjalani pengobatan, hingga akhirnya dinyatakan sembuh pada 2019. Namun kini, penyakit itu dikabarkan kambuh lagi.

Sebenarnya, apa itu kanker kelenjar getah bening? Kanker kelenjar getah bening seringkali juga disebut dengan limfoma. Kanker ini tumbuh pada pada sistem limfatik, yang merupakan bagian dari jaringan melawan kuman tubuh.

Seperti dilansir dari Mayo Clinic, para ahli medis tidak yakin apa yang menyebabkan limfoma. Tapi itu dimulai ketika sel darah putih yang melawan penyakit yang disebut limfosit mengembangkan mutasi genetik.

Baca juga: Cinta Penelope Derita Sakit Kanker dan Ginjal

Mutasi itu memberitahu sel untuk berkembang biak dengan cepat, menyebabkan banyak limfosit berpenyakit yang terus bertambah banyak.

Mutasi juga memungkinkan sel-sel untuk terus hidup ketika sel-sel lain akan mati. Hal ini menyebabkan terlalu banyak limfosit yang sakit dan tidak efektif di kelenjar getah bening. Hal itu pada akhirnya menyebabkan kelenjar getah bening membengkak.

Beberapa jenis limfoma lebih sering terjadi pada orang dewasa muda, sementara yang lain paling sering didiagnosis pada orang di atas 55 tahun. Laki-laki sedikit lebih mungkin untuk mengembangkan limfoma daripada wanita.

Selain itu, limfoma lebih sering terjadi pada orang dengan penyakit sistem kekebalan tubuh atau pada orang yang menggunakan obat yang menekan sistem kekebalan tubuh mereka. Beberapa infeksi berhubungan dengan peningkatan risiko limfoma, termasuk virus Epstein-Barr dan infeksi Helicobacter pylori.

Seorang yang mengalami limfoma biasanya mengalami gejala seperti pembengkakan kelenjar getah bening tanpa rasa sakit di leher, ketiak, atau selangkangan.

Kelelahan terus-menerus yang terjadi di malam hari. Jika kamu mengalami gejala itu secara terus-menerus sebaiknya segera kunjungi dokter agar tidak menjadi lebih parah seperti yang dialami aktris Ria Irawan. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*