Marsekal DR Hadi Tjahjanto Berkomitmen Membawa TNI Ke Level Pasukan Tempur Kelas Dunia

Panglima TNI Dr Hadi Tjahjanto didampingi Rektor UNS Prof Djamal Wiwoho memberi keterangan usai meresmikan monumen pesawat terbang Pesawat AS – 202 Bravo LM – 2017 | Foto: Tono/joss.co.id

JoSS, SOLO – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahyanto berkomitmen untuk membawa Tentara Nasional Indonesia ke level pasukan tempur kelas dunia. Komitmennya yang tinggi dalam dunia pendidikan untuk meningkatkan sumberdaya TNI membawanya dianugerahi gelar doktor honoris causa (HC).

Gelar doktor honoris causa (HC) dalam bidang Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) oleh Universitas Sebelas Maret (UNS) di Auditorium GPH Haryo Mataram UNS, Jumat (20/9).

Menurut Hadi Tjahjanto, gelar akademis tertinggi dari UNS itu membuatnya lebih bersemangat sebagai Panglima TNI, membuat TNI berkembang maju sebagai kekuatan militer “Macan Asia” yang disegani baik negara kawan dan lawan.

Dalam orasinya di hadapan Sidang Senat Terbuka UNS, memaparkan orasi berjudul ‘Membangun Sumber Daya Manusia Unggul dalam Menghadapi Era Perubahan Mewujudkan Indonesia Maju’.

Marsekal Doktor Hadi Tjahjanto menegaskan Indonesia mencanangkan kesiapan dirinya untuk menuju era tinggal landas menyusul bangsa lain yang sudah maju. Menurut Panglima TNI, saat ini Indonesia telah memasuki masa dua puluh tahun paska reformasi 98.

“Meski sempat tertatih mencari bentuk dan jati diri di bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan, secara pasti  Indonesia kembali ke track semula, mampu menghadapi badai ekonomi dunia”tegas Panglima TNI.

Baca juga: Pasukan Elit Dibentuk, Brigjen TNI Rochadi Resmi Jabat Komandan Koopssus
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahyanto dianugerahi gelar doktor honoris causa oleh Universitas Sebelas Maret (UNS) | Foto: Tono/joss.co.id

Dia mengakui, kecepatan perubahan semakin meningkat seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan teknologi komputer, rekayasa sudah menyentuh inti atom dalam fisika dan genetika dalam biologi.

“Domain manusia juga tercipta di dunia maya atau siber,” ujarnya. Indonesia ke depan menghadapi tantangan besar , semua komponen bangsa  harus bersinergi membangun SDM yang mampu menjawab perubahan, sehingga Indonesia mencapai puncak keemasan pada 2045.

Dia menjelaskan,TNI telah ikut berpartisipasi dalam peningkatan kualitas pendidikan, antara lain melalui program Bintara Pembina Desa (Babinsa) Mengajar dan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di daerah terpencil.

Dalam kesempatan itu Panglima juga meresmikan monumen pesawat terbang  Pesawat AS – 202 Bravo LM – 2017 yang merupakan pesawat latih mula di kompleks kampus UNS Kentingan Solo.

Sementara  itu, Rektor UNS Jamal Wiwoho mengatakan Panglima Hadi ini memiliki banyak kelebihan. “Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memiliki kelebihan dibidang tertentu yang dipandang melebihi pada umumnya,” katanya.

Tidak hanya itu, Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto juga memiliki konsep yang bagus di bidang Sumber Daya Manusia (SDM) terutama pendidikan dan kesehatan. Di bidang pendidikan, diwujudkan dalam tulisan-tulisan Panglima TNI yang sangat spektakuler serta komitmen beliau dalam bidang pendidikan yaitu dengan mendirikan Sekolah Menengah Atas (SMA) Pradita Dirgantara.

“Sekolah ini merupakan   sekolah unggulan yang mampu menjadikan lulusannya memiliki disiplin, semangat tinggi, dan kesadaran akan perubahan,” ujar Rektor UNS. (ton/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*