
JoSS, KANADA – Foto-foto lama Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau mendadak bermunculan menjelang pemilu yang bakal diselenggarakan pada Oktober mendatang. Akibatnya, tudingan dirinya rasis diperkirakan menghambat upayanya untuk mempertahankan jabatannya saat ini di periode mendatang.
Trudeu yang sering disanjung-sanjung sebagai pemimpin muda, pintar dan simpatik ini dalam beberapa waktu terakhir, menghadapi “serangan” karena bermunculan foto-foto lama yang menunjukkan dirinya menggunakan rias wajah hitam agar terlihat seperti orang kulit hitam.
Foto-foto tersebut membuatnya dituding rasis. Padahal, putra mantan PM Kanada Pierre Trudeau itu dikenal sebagai orang yang menjunjung multikulturalisme.
Reuters melansir Jumat (20/9) Trudeau menyatakan bahwa keuntungan yang diterimanya sebagai anak mantan pemimpin Kanada membuatnya “buta”. Dia juga meminta maaf atas foto-foto tersebut.
“Saya datang dari tempat yang penuh privilese dan saya telah berusaha keras untuk menggunakan segala keuntungan dan peluang yang diberikan kepada saya untuk negara, untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat,” papar Trudeau di sela-sela kampanye.
Baca juga: Kanada Mulai Pasarkan Produk Makanan Mengandung Ganja Desember Mendatang
Dia melanjutkan bahwa dirinya sudah berubah menjadi seseorang yang memahami sakitnya diskriminasi.
Foto pertama muncul di majalah Time, beberapa hari lalu, dan menunjukkan Trudeau mengenakan pakaian ala pangeran Arab ketika menghadiri pesta bertajuk “Arabian Nights” pada 2001. Saat itu, dia masih berusia 29 tahun dan mengajar di sebuah sekolah swasta di Vancouver.
Setelah itu, muncul beberapa foto lain yang menunjukkan Trudeau dengan riasan serupa. Salah satunya adalah foto ketika dia masih berada di bangku SMA.
Lebih dari 20 persen populasi Kanada lahir di negara lain, sehingga kekayaan budaya yang dimiliki menjadi kebanggaan tersendiri bagi negara Amerika Utara itu.
Selain Trudeau, kandidat lain yang ikut serta dalam Pemilu kali ini adalah Maxime Bernier dari partai People’s Party of Canada (PPC) yang cenderung populis, Andrew Scheer dari Partai Konservatif, Jagmeet Singh dari New Democratic Party, dan Elizabeth May dari Green Party. (lna)

Leave a Reply