Ditjen Perkeretaapian Uji Coba Beban Lokomotif di Jalur Ganda Madiun

Uji coba beban Lokomotif di jalur ganda Madiun | Foto: jatim.antaranews.com

JoSS, MADIUN – Direktorat Jenderal Perkeretaapian (Ditjenka) Kemenhub melalui Satuan Kerja (Satker) Paket Jalur Ganda Madiun Kedung Banteng (JGMK) bakal melakukan uji coba beban menggunakan lokomotif lintas antara Stasiun Madiun hingga Stasiun Geneng akan dilaksanakan pada Selasa (24/9).

Pekerjaan jalur ganda (double track) sepanjang  57 km mulai dari KM 164+000 sampai KM 221+000 ini  melintas dari Stasiun Barat sampai ke Stasiun Walikukun sudah mencapai 98%.

Sebelum difungsikan paket jalur ganda Madiun Kedung Banteng yang masuk wilayah kerja kewenangan pejabat pembuat komitmen Jawa Timur II (PPK Jatim II) ini dilakukan uji beban menggunakan lokomotif.

Manager Humas Daop VII Madiu, Ixfan Hendriwintoko, mengatakan pihaknya bersama Tim Satker JGMK melakukan pemeriksaan menggunakan lorimotor milik JGMK di jalur ganda Stasiun Madiun sampai ke Stasiun Geneng pada Senin (23/9).

Baca juga: Jalur Rel Kereta Api Jogja-Semarang Akhirnya Dibangun Melayang

Dia menambahkan pemeriksaan ini sebagai upaya untuk memeriksa kesiapan, kelengkapan, dan kondisi jalur yang akan dilakukan uji beban pada Selasa besok. “Ini kalau PT KAI sudah memberikan izin dan tidak ada kendala teknis di lapangan,” katanya seperti dikutip dari Solopos.com.

Ixfan menuturkan informasi dari pihak satker, progres pekerjaan jalur ganda JGMK telah mencapai 98%. Sebelum pengoperasian secara keseluruhan, terlebih dahulu akan dilakukan switch over tahap pertama yaitu mulai dari Stasiun Babadan, Madiun, Barat, hingga Geneng.

Lebih lanjut, Ixfan menyampaikan untuk keselamatan dan kelancaran proses pengujian beban pada lintas tersebut. Ada beberapa hal yang akan dilakukan yakni pemberitahuan kepada pihak umum dan pekerja di lapangan.

Menurutnya, hal ini karena pada jalur baru antara Stasiun Babadan sampai dengan Stasiun Geneng terdapat beberapa pintu perlintasan. Yaitu tujuh perlintasan resmi terjaga, sembilan perlintasan tak terjaga dengan early warning system, empat perlintasan tak terjaga tanpa EWS, satu flyover, dan dua underpass.

“Untuk sosialisasi pengoperasian jalur ganda, pihak Satker JGMK memasang spanduk di titik-titik perlintasan dengan harapan bisa diketahui oleh masyarakat,” kata Ixfan. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*