
JoSS, JAKARTA – Duta Besar RI untuk Australia Y. Kristiarto S. Legowo meresmikan Infinity Health Medical Centre (IHMC) Pusat Kesehatan milik WNI yang merupakan diaspora Indonesia di Sydney. Pusat kesehatan yang berfasilitas modern ini berlokasi di kompleks komersial Green Square, di daerah populer Zetland, Sydney.
Kristiarto mengatakan bahwa pendirian Pusat Kesehatan tersebut merupakan bentuk kontribusi nyata diaspora Indonesia yang juga WNI di Australia dalam meningkatkan layanan kesehatan bagi semua komunitas masyarakat secara umum di Australia, termasuk WNI.
“Pendirian Pusat Kesehatan tersebut juga menjadi bukti kapasitas SDM Indonesia yang unggul dan mampu bersaing di dunia internasional,” ujarnya melalui keterangan resmi, belum lama ini.
Menurutnya, pencapaian positif itu juga sangat sejalan dengan kepentingan politik luar negeri RI yang antara lain adalah penguatan people-to-people interactionsantara Indonesia dan Australia.
WNI pemilik IHMC Ivan Paulus menyatakan bahwa pihaknya turut mengundang praktisi dan tenaga profesional di bidang kesehatan dari Indonesia untuk bergabung.
Dia menuturkan bahwa IHMC adalah pusat kesehatan yang dibangun oleh orang Indonesia dan semoga dapat melayani seluruh masyarakat internasional dan masyarakat Indonesia yang berada di Sydney dan sekitarnya.
“Oleh karena itu kami terbuka bagi tenaga dokter Indonesia untuk bergabung bersama demi mewujudkan visi diaspora ini” ucapnya.
Meskipun telah lebih dari 20 tahun menetap di Australia, Ivan masih berstatus sebagai WNI dan memegang paspor Indonesia.
Baca juga: Nonton Film Gundala, Sri Mulyani Berasa Nonton Marvelnya Indonesia
Kegiatan peresmian juga turut dihadiri oleh Konsul Jenderal RI di Sydney Heru Subolo, pelaku bisnis di Australia, dan diaspora Indonesia lainnya.
Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla mendorong para warga diaspora Indonesia untuk terus berkarier di luar negeri. Mereka tidak perlu buru-buru untuk kembali ke Tanah Air agar bisa memperkuat Indonesia dari luar negeri.
Menurutnya, konsep diaspora yang menyebar di seluruh dunia membuat India dan China dapat memperkuat ekonomi negaranya. Hampir di seluruh belahan dunia dapat ditemui kampung China serta tenaga-tenaga ahli bidang teknologi dari India.
“China di seluruh dunia ada Chinatown. Banyak di Amerika Serikat perusahaan CEO dari India. Google, microsoft Pepsicola, Citibank, macam macam. Begitu hebat diaspora mereka,” katanya, pada Agustus lalu.
Keberhasilan diaspora juga dinikmati oleh Filipina. Negara tetangga Indonesia itu bahkan 20 persen produk domestik brutonya berasal dari kiriman pendapatan para diaspora di seluruh dunia yang dikirim ke Filipina.
“Saya berpendapat, saudara-saudara diaspora tak perlu masuk kembali [pulang ke Tanah Air], silakan saja ke mana-mana [untuk memperkuat posisi Indonesia di kancah dunia],” katanya.
Menurut JK, peran diaspora yang diharapkan adalah melakukan transfer pengetahuan dari tempat mereka bekerja dan bermukim ke Tanah Air. (lna)

Leave a Reply