JoSS, MALAYSIA – Pemerintah Malaysia kini tengah melakukan lobi dengan enam negara untuk mengupayakan pembelian senjata dan peralatan militer lainnya melalui mekanisme barter dengan komoditas minyak sawit.
Dikutip Reuters pada Senin (26/8), Pemerintahan Mahathir Mohamad terus melobi enam negara produsen senjata untuk membarui peralatan angkatan perangnya. Malaysia sendiri saat ini memang sedang meningkatkan kemampuan militernya.
Mahatir menegaskan pemerintah Malaysia menganggap pembaruan peralatan perang angkatan bersenjatanya sebagai kebutuhan yang mendesak.
Pasalnya, anggaran militer negara tersebut sangat minim dalam beberapa tahun ke belakang, sehingga teknologi yang digunakan militer negara tersebut dianggap sudah usang.
Apalagi tahun ini pemerintah Malaysia juga memangkas anggaran militernya. Padahal, beberapa peralatan angkatan bersenjatanya seperti kapal angkatan laut sudah banyak yang berusia lebih dari 35 tahun.
Baca juga: Malaysia Kirim Balik 3.000 Ton Sampah ke 14 Negara Asal
Untuk bisa membeli peralatan angkatan bersenjatanya, Malaysia hendak menukar dengan komoditas minyak sawit yang menjadi keunggulan produksi di negara tersebut.
Mohamad Sabu, Menteri Pertahanan Malaysia, mengatakan pembaruan persenjataan dan peralatan militer Malaysia terkendala oleh biaya yang besar. Hal itu membuat Malaysia berinisiatif untuk melobi negara produsen peralatan militer dengan menawarkan minyak sawit.
Menurutnya, diskusi mengenai pembayaran dengan minyak sawit telah dimulai dengan China, Rusia, India, Pakistan, Turki, dan Iran. “Jika mereka siap untuk menerima perdagangan barter kelapa sawit, kami sangat ingin pergi ke arah itu,” katanya, seperti dikutip dari Kabar24.
Dia menyebutkan Malaysia saat ini memiliki pasokan minyak sawit yang melimpah, dan menjadi salah satu negara produsen minyak sawit terbesar di dunia bersama Indonesia.
Seperti diketahui, Malaysia dan Indonesia saat memasok sekitar 85% minyak sawit di pasar global, dan sebagian besar digunakan dalam produk makanan, dan kecantikan seperti lipstik serta sabun. (lna)

Leave a Reply