JoSS, BRAZIL – Earth Alliance, sebuah lembaga inisiatif lingkungan yang didukung oleh aktor Leonardo Dicaprio berkomitmen menggelontorkan dana sebesar US$ 5 juta untuk pelestarian hutan hujan Amazon, yang kini tengah terbakar hebat.
Dilansir dari Variety, Senin (26/8) lebih dari 72.000 kebakaran telah dilaporkan oleh Brazil National Institute for Space Research dalam beberapa tahun terakhir. Peningkatan tajam terjadi pada tahun lalu dengan 40.000 kebakaran yang sebagian besar disebabkan oleh tngginya deforestasi.
Kebakaran itu juga memicu kemarah warga di media sosial dan mendorong sejumlah selebriti menggunakan platform media sosial mereka untuk meningkatkan kesadaran tentang peristiwa yang terjadi.
“Hutan hujan terbesar di dunia adalah bagian penting dari solusi iklim global. Tanpa Amazon, kita tidak bisa mengendalikan pemanasan bumi,” tulis DiCaprio dalam sebuah postingan di Instagram.
Adapun, dana US$5 juta itu akan disumbangkan ke lima organisasi lokal untuk melindungi habitat sensitif di hutan Amazon, yaitu Instituto Assosiacao Floresta Protegida, Coordination of the Indigenous Organizations of the Brazilian Amazon, Instituto Kabu, Instituto Raoni, dan Instituto Socioambiental.
The Leonardo DiCaprio Faoundation (LDF) bergabung dengan Earth Alliance bulan lalu untuk mengatasi ancaman mendesak terhadap sistem pendukung kehidupan di bumi. Kemitraan tersebut dibangun atas keprihatinan DiCaprio tentang krisis iklim global yang sudah menjadi konsennya sejak lama.
Sejak didirikan pada 1998, LDF telah memberikan lebih dari US$100 juta dana hibah untuk proyek-proyek lingkungan di seluruh dunia.
Baca juga: BLACKPINK Girlband K-Pop Pertama yang Dapat Sertifikasi Emas Amerika
Pemerintah Presiden Jail Bolsonaro mengerahkan puluhan ribu militer untuk mengatasi kebakaran di hutan Amazon. Pemadaman ini dilakukan usai Brasil menerima protes internasional secara luas.
Enam negara bagian Brasil akan mendapatkan bantuan militer untuk memadamkan api. “Sekitar 44 ribu militer akan tersedia untuk operasi yang belum pernah terjadi sebelumnya,” kata Menteri Pertahanan Brasil Fernando Azevedo, seperti dikutip dari Aljazirah, Minggu (25/8).
Negara-negara bagian tersebut, yakni Para, Rondonia, Roraima, Tocantins, Acre, dan Mato Grosso. Azavedo mengatakan, misi pertama militer adalah pengerahan 700 tentara ke daerah di sekitar Porto Velho, ibu kota Rondonia. Pihaknya menggunakan dua pesawat C-130 Hercules yang mempu mengucurkan hingga 12 ribu liter air per satu kali jalan.
Amazon merupakan hutan hujan terbesar di dunia dan merupakan penyimpan karbon yang vital untuk memperlambat pemanasan global. Secara total, ia menampung 40% hutan tropis dunia.
Hutan masif ini juga memiliki antara 10 sampai 15% biodiversitas Bumi, sehingga banyak spesies khusus di sana ikut terancam. Kebakaran itu mencemaskan ilmuwan karena pohon-pohon di Amazon dianggap sebagai pertahanan pertama melawan pemanasan global.
Pepohonan sangat penting bagi stabilitas iklim dan studi mengindikasikan menanam setriliun pohon dapat memangkas dua pertiga emisi yang disebabkan manusia. Karena penebangan hutan, Amazon dikhawatirkan tidak dapat lagi menjadi penyerap karbon efektif yang akibatnya dapat dirasakan seluruh planet. (lna)

Leave a Reply