JoSS, BOYOLALI – Maskapai penerbangan Citilink dan Lion Air segera membuka rute baru melalui Bandara Adi Soemarmo Solo. Semakin meningkatnya aktifitas penerbangan yang didukung dengan pengembangan terminal di bandara tersebut dinilai potensial untuk mengembangkan rute domestik.
General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Adi Soemarmo Surakarta Abdullah Usman mengatakan untuk Lion Air akan membuka rute Solo-Palangkaraya mulai tanggal 15 Agustus, rencananya penerbangan untuk rute tersebut akan dilakukan setiap sore hari.
Selain itu, ada pula Citilink yang akan membuka rute Solo-Bandung. Sama dengan Lion Air, penerbangan oleh Citilink ini akan dilakukan setiap hari.
“Lion Air akan membuka rute Solo-Palangkaraya dan Citilink yang akan membuka rute Solo-Bandung,” katanya, Selasa (13/8) seperti dikutip dari Antara.
Ia mengatakan sebelumnya maskapai penerbangan tersebut membuka rute Solo-Tasikmalaya namun akhirnya tutup karena okupansi rendah. Pihaknya berharap okupansi rute Solo-Bandung terus membaik sehingga penerbangan dapat terus dibuka.
Sementara itu, sebelumnya tepatnya mulai 1 Agustus 2019 maskapai Citilink membuka rute Solo-Kunming, Tiongkok untuk mengakomodasi wisatawan dari negara tersebut yang ingin berkunjung ke Solo dan Yogyakarta.
Baca juga: Penerbangan Pesawat Komersial Jet Kini Dari Kertajati
“Kalau untuk penerbangan ini frekuensinya masih seminggu sekali, sifatnya carter untuk satu tahun ke depan,” katanya.
Ia mengatakan melihat tingginya okupansi penerbangan tersebut, yaitu mencapai 100 persen, ada dua kota lagi dari negara Tiongkok yang ingin membuka rute ke Solo.
“Kedua kota ini yaitu, Chuzhou dan Fuyang. Meski demikian, untuk waktunya kami belum tahu,” katanya.
Seperti diketahui, terminal baru Bandara Adi Soemarmo Solo kini tampil lebih menarik dan lebih luas. Kental dengan suasana Jawa mulai dari pintu masuk hingga boarding lounge atau ruang tunggu penumpang sebelum masuk pesawat.
Pada lantai pintu masuk terminal menggunakan berbagai macam motif batik. Saat memasuki ruang check in, terlihat pada dinding atas loket menggunakan motif batik parang dengan teknik cap.
Sedangkan pada boarding lounge tepatnya di bagian atap, terlihat penggunaan kayu dan di tengahnya dibentuk menyerupai motif kawung.
Ia mengatakan terminal baru ini digunakan sebagai terminal keberangkatan tersebut mulai beroperasi pada tanggal 1 Agustus 2019.
Abdulah menambahkan, jika di terminal lama jumlah loket untuk check in hanya 18, di terminal baru ini jumlahnya ditambah menjadi 26 loket dan dipisahkan untuk masing-masing maskapai. “Sama dengan di terminal lama, untuk terminal baru ini luasnya mencapai 13.000 m2,” katanya. (lna)

Leave a Reply