Begini Cara Istimewa Jogja Sambut Maba

Ilustrasi Tugu Jogjakarta | Foto: Jogjakartajogjakini.wordpress.com

JoSS, JOGJA – Jogjakarta menjadi dalah satu daerah yang difavoritkan untuk menimba ilmu bagi mahasiswa baru Maba. Mereka yang belajar di Kota Yogyakarta mendapat sambutan hangat dari Pemerintah Daerah DIY melalui Paniradya Keistimewan, lembaga mengurusi soal keistimewaan.

Pejabat Paniradya Kaistimewan atau Paniradya Pati DIY Beni Suharsono mengatakan lewat Jogja Menyapa mahasiswa baru yang datang ke Yogyakarta akan dikenalkan budaya Yogyakarta sehingga tidak gagap budaya.

“Mahasiswa baru tinggal hidup dan berinteraksi dengan budaya Jawa tanpa harus menjadi orang Jawa. Namun tetap membawa unsur dan identitas budayanya sendiri untuk saling melengkapi dan membaur di dalam kerangka kehidupan bermasyarakat,” katanya di Kepatihan Senin (19/8).

Beni mengatakan kehadiran mahasiswa yang datang ke Yogya tidak terpisahkan dengan budaya Yogya. Sehingga sebagai tuan rumah maka perlu untuk mengenalkan adat sopan santun dan aturan saat tinggal di Yogya.

“Ada seorang anak yang bertanya naik motor dia masih pakai kacamata, motornya tidak dimatikan saat bertanya nah nanti kita dunungke, ngaruhke agar tidak ada yang tersinggung,”katanya, seperti dikutip dari HarianJogja.

Baca juga: Jogja – Victoria Australia Resmi Jadi Sister Province

Tema Jogja Menyapa yaitu: Ngaruhke, Ngarahke – Tepung, Dunung, Srawung, ini akan digelar pada 20 Agustus 2019, pada pukul 16:00 WIB – 20:00 WIB, di Fakultas Ilmu Budaya UGM Yogyakarta.

Beni mengatakan Ngaruhke maksudnya menerima, menyambut, atau sapaan selamat datang. Sementara, Ngarahke maksudnya mengarahkan atau menunjukkan berbagai hal tentang DIY, sehingga antara warga baru dan tuan rumah dapat saling mengenal dan memahami.

“Harapannya para warga baru, bisa Tepung (paham dan mengerti), Dunung (mengenal lebih dekat), dan Srawung (menjalin hubungan lebih dekat dan akrab),” katanya.

Menurut Beni acara ini merupakan gagasan awal yang nantinya dapat membuat mahasiswa baru betah belajar dan tinggal di Yogyakarta. Acara ini nantinya juga akan dihadiri oleh Wakil Gubernur DIY PA X.

“Gagasan ini kami buka agar bisa srawung dan krasan sehingga jadi daya tarik di daerah lainnya,” katanya.

Beni menjelaskan kegiatan hasil kerjasama antara Paniradya Kaistimewan, Bank Pembangunan Daerah DIY, dan Fakultas Ilmu Budaya UGM ini, akan terdiri dari beberapa rangkaian kegiatan antara lain, guyonan, gojekan, plesetan, dialog budaya, tarian tradisional dari beberapa daerah Indonesia Rampoe UGM, Tarian Sumba, Tarian Halmahera, penampilan Beksan Wanara dari Kraton Jogja, Semata Wayang, Traffix Jam, Keroncong Plesiran, Trio A Selososelo, serta Didi Kempot.

“Anggaran Danais hanya Rp50 juta lainnya dari BPD DIY. Kami belajar dari pengalaman asyik di tempatnya masing-masing melalui Jogja Menyapa,” katanya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*