Syuting Film Ambu di Baduy, Tak Boleh Pakai Listrik atau Genset

Film berjudul Ambu karya sutradara Farid Dermawan | Foto: google

JoSS, JAKARTA – Film berjudul Ambu karya sutradara Farid Dermawan mengambil latar belakang suku Baduy. Uniknya, selama proses syuting di Baduy, tidak diperbolehkan menggunakan listrik, bahkan genset sekalipun.

“Sebelum syuting saya dan mbak Titien Wattimena (penulis scenario) riset dulu selama tiga bulan lalu datang ke lokasi. Mereka menerapkan aturan untuk kami syuting tidak boleh menggunakan listrik ataupun genset, jadi kekuatannya benar-benar bergantung pada cahaya matahari,” tutur Farid saat ditemui dalam Gala Premiere “Ambu” yang diadakan di Plasa Senayan, Jakarta, belum lama ini.

Karena aturan itu juga, Farid menyatakan bahwa proses syuting hanya bisa dilakukan di siang hari, dengan bantuan cahaya matahari. Sementara untuk latar malam, mereka harus membangun set sendiri.
“Jadi begitu matahari terbenam kita istirahat, dan charge semua peralatan ke luar Baduy untuk digunakan esok harinya, jaraknya sekitar satu jam,” katanya.

Sementara untuk para pemain, waktu luang di malam hari itu digunakan mereka yang tinggal di rumah-rumah warga untuk membangun kedekatan dengan masyarakat adat.

Baca juga: Kisah Sapi Makan Plastik di Padang, Diputar di Festival Film Swiss

Film yang dibintangi Widyawati dan Laudya Cynthia Bella ini menceritakan tentang cinta kasih antara seorang anak dan ibu.

Film ini berfokus pada kisah Ambu Misnah (Widyawati) yang ditinggalkan anak perempuan satu satunya, Fatma (Laudya Cynthia Bella), pergi dari rumah mereka di Baduy, demi cintanya pada pemuda Jakarta.
Dari hubungannya dengan pemuda kota itu, Fatma dikaruniai seorang anak perempuan bernama Nona (Lutesha).

Hingga suatu hari, Fatma membawa Nona pulang ke Baduy. Ada penolakan, amarah, luka, tapi ada juga harapan dan kebahagiaan.

Selain dibintangi oleh aktris peraih Piala Citra, Widyawati dan Laudya Cynthia Bella, “Ambu” juga didukung oleh aktor kenamaan Baim Wong serta para pendatang baru berbakat seperti Luthesa, Andri Mashadi, dan Enditha Wibisono. (Wiek/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*