
JoSS, JAKARTA ā Rencana penerapan diskon tarif pada ruas tol Trans Jawa saat mudik Lebaran 2019 masih belum diputuskan. Pemerintah dan badan usaha jalan tol (BUJT) masih belum menindaklanjuti pembahasan tersebut.
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit, besaran diskon tarif ini sepenuhnya menjadi keputusan BUJT. Sebab, BUJT-lah yang mengetahui berapa besar potensi pendapatan yang akan mereka peroleh selama pelaksanaan mudik dan balik kelak.
“Diskon itu prinsipnya sepenuhnya bagian dari keputusan BUJT. PUPR tidak membuat aturan sendiri tentang diskon tarif,” kata Danang, belum lama ini.
Dia menambahkan sejauh ini, belum ada usulan besaran diskon tarif yang diajukan BUJT kepada pemerintah. Ia pun berharap, BUJT segera melakukan pengajuan.
“Masing-masing BUJT akan melakukan estimasi sendiri atas traffic yang mereka tampung saat Lebaran. Tetapi seperti disampaikan Dirut Jasa Marga, kalau traffic penuh, macet, enggak ada arus yang bergerak, sebenarnya itu enggak ada pendapatan (tambahan),” ujarnya.
Wacana pemberian potongan taruf dilontarkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono. Namun, BUJT menanggapi beragam wacana tersebut.
Baca juga: Jalan Tol Pasuruan- Probolinggo Diresmikan, Merak-Probolinggo 962 KM Tersambung
Menurut Presiden Direktur PT Marga Mandalasakti (MMS) Krisade Sudiyono, pemangkasan tarif bukan menjadi faktor utama yang akan menarik masyarakat untuk menggunakan jalan tol.
“Yang diperlukan adalah kenyamanan, kelancaran, dan keamanan arus mudik. Saat ini semua BUJT sedang mempersiapkan fasilitas pendukung untuk menyiapkan kenyamanan, kelancaran dan keamanan tersebut,” kata Kris, seperti dikutip dari Kompas, Senin (6/5).
Sementara itu, Corporate Secretary PT Waskita Toll Road Alex Siwu menilai, potongan tarif akan semakin memberatkan BUJT dalam melunasi pinjaman yang dilakukan untuk membangun proyek jalan tol.
“BUJT yang saat ini sudah beroperasi memiliki kewajiban membayar bunga kepada kreditur. Jika ada kebijakan diskon tentunya berpengaruh pada kemampuan BUJT membayar kewajiban kepada kreditur dan membiayai kebutuhan operasional jalan tol,” pungkasnya. (lna)

Leave a Reply