
JoSS, JAKARTA – PT Jasa Marga Tbk. berencana mengambil alih saham milik PT Waskita Toll Road (WTR) pada Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang mengelola tiga ruas Tol Trans Jawa. Ketiga perusahaan itu yakni PT Jasamarga Semarang Batang (JSB), PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN), dan PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNKK).
Ketiga perusahaan ini masing-masing mengelola ruas Batang-Semarang, Solo-Ngawi, dan Ngawi-Kertosono.
Direktur Utama Jasa Marga, Desi Arryani mengatakan pihaknya sudah melakukan pembicaraan dengan WTR terkait akuisisi saham di ruas Trans Jawa. Dia menambahkan, perseroan akan melibatkan mitra lain dalam rencana akuisisi ruas Trans Jawa milik WTR.
Menurut Desi, akuisisi ruas milik WTR diharapkan membuat pengelolaan jalan tol di koridor Trans Jawa lebih efisien. Untuk diketahui, dari 944 kilometer jalan tol di koridor Trans Jawa yang sudah beroperasi, 62 persen atau 584 kilometer dikelola Jasa Marga.
“Kompetensi operasi [jalan tol] ada di Jasa Marga. Kami bisa handle sepenuhnya sehingga nanti manfaatnya untuk masyarakat,” katanya belum lama ini, seperti dikutip dari Bisnis.com.
Baca juga: Pemprov Jabar Usul Gratis Kendaraan Masuk Tol Jika Terjadi Kemacetan 4 Km
Sementara itu, Corporate Secretary WTR, Alex Siwu mengatakan niat Jasa Marga untuk mengambil alih saham perseroan pada ruas-ruas tol di Trans Jawa sudah pernah disampaikan sebelumnya. Dia mengaku pembahasan dengan Jasa Marga masih dalam tahap awal.
“Wacana itu sudah ada. Pada prinsipnya kami open saja siapa yang mau masuk [untuk mengakuisisi saham WTR],” ujarnya.
Menurut Alex, Jasa Marga berminat untuk mengambil alih saham perseroan di tiga ruas, yaitu PT Jasamarga Semarang Batang (JSB), PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN), dan PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNKK).
Pada tiga entitas di atas, WTR memiliki porsi saham 40%. Sementara itu, Jasa Marga masih menjadi mayoritas di JSB sebesar 60%. Adapun di JSN dan JNKK, porsi saham Jasa Marga turun menjadi 40% setelah melepas 20% saham ke PT Lintas Marga Jawa, entitas yang dibentuk oleh Reksa Dana Penyertaan terbatas Mandiri Infrastruktur Ekuitas Trans Jawa.
Seperti diketahui, tahun ini WTR memang berniat melepas saham di enam ruas jalan tol. Divestasi dilakukan untuk menghimpun dana segar sebagai modal untuk pengembangan ruas tol baru dan ruas dalam konstruksi. (lna)

Leave a Reply