Harga Tiket Pesawat Tak Kunjung Turun, Menhub Bakal Koreksi Batas Atas

harga tiket pesawat
Ilustrasi | Foto: google

JoSS, JAKARTA – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memastikan akan menurunkan tarif batas atas pesawat. Hal itu dilakukan menyusul harga tiket pesawat yang hingga saat ini amsih stabil tinggi.

Budi menyampaikan, dalam rapat koordinasi di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Senin (6/5) menegaskan tarif batas atas akan diturunkan sehingga diharapkan maskapai penerbangan nasional dapat mengikuti ketentuan tersebut.

“Rapatnya kami akan evaluasi batas atas. Saya diberi waktu satu minggu akan menetapkan batas atas baru untuk penerbangan ekonomi,” ujarnya.

Rapat di kantor Kemenko Perekonomian dipimpin oleh Menko Darmin. Turut hadir Menteri BUMN Rini Soemarno dan perwakilan Garuda Indonesia. Ia juga menegaskan, tarif batas atas baru nanti berlaku untuk semua maskapai, termasuk maskapai full service.

Budi mengatakan, penurunan tarif batas atas bisa dilakukan demi kepentingan masyarakat. “Jadi dalam undang-undang itu disebutkan Kementerian Perhubungan dapat menentukan batas atas dengan mempertimbangkan kondisi masyarakat,” kata dia.

Baca juga: Citilink, Pesawat Komersial Pertama yang Mendarat di BIY

Meski begitu Budi juga mengtakan bahwa tarif batas atas yang baru akan tetap dalam kisaran yang dianggap ekonomis untuk penerbangan. Diharapkan dengan begitu diharapkan maskapai juga menurunkan harga tiket pesawat yang saat ini dinilai sebagai pihak masih mahal.

Sementara itu, Menteri BUMN Rini Soemarno mengaku tak bisa mengintervensi Garuda Indonesia untuk menurunkan harga tiket pesawatnya. Kementerian BUMN sendiri merupakan pemegang saham mayoritas Garuda Indonesia.

“Saya enggak bisa (intervensi Garuda Indonesia) sebagai menteri BUMN, ‘eh kamu (Garuda Indonesia) turunin (harga tiket). Itu ada cost structurenya,” ujarnya.

Jika pihaknya mengintervensi sebut Rini, dikhawatirkan akan mempengaruhi saham maskapai pelat merah tersebut. Pasalnya, Garuda Indonesia merupakan perusahaan publik.

“Kan kita semua harus bertanggung jawab kepada semua pemegang saham Garuda, yaitu publik, negara, maupun partner kita yang lain,” kata Rini. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*