30 Jembatan Timbang Bakal Dijadikan Rest Area Pemudik di Jalur Non-Tol

Ilustrasi | Foto: radarpekalongan

JoSS, JAKARTA – Kementerian Perhubungan bakal menyulap jembatan timbang milik Unit Pelaksanaan Penimbangan Kendaraan Bermotor atau UPPKB untuk dijadikan rest area atau tempat peristirahatan pemudik di sepanjang jalur nasional non-tol pada masa Mudik 2019.

Kepala Subdirektorat Penimbangan Kendaraan Bermotor Direktorat Prasarana Transportasi Jalan Kementerian Perhubungan Mulya Hadi mengatakan kebijakan tersebut merupakan satu upaya untuk menyediakan kenyamanan bagi pemudik yang melewati jalur non tol.

“Ada sekitar 30 jembatan timbang di Jawa, Bali, dan Sumatera yang akan jadi rest area,” ujarnya, belum lama ini, seperti dikutip dari Tempo.co.

Penambahan rest area di jalan-jalan arteri diharapkan mampu menampung jumlah pemudik yang diperkirakan mencapai 18 juta jiwa. Dari 30 titik tersebut, lima di antaranya dibiayai oleh Kementerian Perhubungan melalui dipa anggaran pendapatan dan belanja negara atau APBN 2019.

Baca juga: Rest Area Tol Batang-Pemalang Kini Makin Menyenangkan

Mulya menjelaskan, Kementerian menggelontorkan anggaran sebesar Rp 1 miliar untuk lima posko mudik. Masing-masing mendapat jatah anggaran Rp 200 juta. Kelima posko yang dibayari pemerintah tersebut berada di UPPKB Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. “Salah satunya UPPKB Losarang di Jawa Barat,” ucap Mulya.

Sedangkan skema pembiayaan untuk 25 posko di jembatan timbang lainnya diserahkan secara mandiri ke Badan Pengelola Transportasi Darat. Pemerintah juga membuka kerja sama dengan swasta, seperti operator-operator kendaraan, perusahaan makanan dan minuman, serta perusahaan perlengkapan otomotif.

Di posko jembatan timbang, Mulya mengatakan masyarakat dapat menikmati sejumlah fasilitas gratis. Misalnya makan dan minum, servis kendaraan, dan relaksasi. UPPKB juga menyediakan fasilitas umum, seperti musala, tenda istirahat, air bersih, dan tempat parkir.

“Posko ini akan dibuka 7 hari sebelum Lebaran dan 7 hari sesudah selama 24 jam,” tutur Mulya. Mulya memperkirakan, masing-masing posko dapat melayani 500 pemudik saban hari. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*