
JoSS, GUNUNGKIDUL – Sedikitnya 10 Usaha Menengah Kecil Mikro (UMKM) disiapkan untuk mengisi tenant yang ada di Bandara Internasional Yogyakarta (BIY) yang ada di Kabupaten Kulonprogo.
Jenis usaha yang diusung masing-masing enam usaha kecil yang bergerak di bidang makanan serta empat lainnya di bidang kerajinan.
Sekretaris Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Gunungkidul, Sih Supriyana, mengatakan sebanyak 10 usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Gunungkidul mendapat rekomendasi untuk mengisi gerai di Bandara Internasional Yogyakarta (BIY).
“Disperindag DIY yang menentukan UMKM mana yang ditunjuk untuk mengisi gerai di BIY,” ucap Sih, Senin (20/5) seperti dikutip Harianjogja.com.
Dijelaskan Sih Supriyana, UMKM yang direkomendasikan berjualan di BIY merupakan usaha kecil yang tidak dimiliki oleh kabupaten/kota lain di DIY. Tiga sektor usaha yang disasar bergerak di bidang makanan, kerajinan, dan fesyen. “Ketiga jenis industri kecil tersebut bisa masuk ke sana (BIY),” katanya.
Baca juga: Dishub Petakan Jalur Alternatif Gunungkidul saat Lebaran
Menurut Sih, UMKM yang bergerak di sektor makanan mempunyai peluang yang lebih besar untuk masuk ke BIY dibanding dengan sektor lain seperti kerajinan dan fesyen.
Pelaku usaha ini bisa menjual langsung makanannya di bandara dan punya target setiap hari harus laku. Sedangkan untuk gerai kerajinan dan fesyen, dikatakan Sih, yang direk Fomendasikan merupakan kerajinan dan fesyen khas Bumi Handayani.
Kepala Bidang Usaha Kecil dan Menengah Dinas Koperasi dan UMKM Gunungkidul, Sutaryono, menuturkan sebelum menentukan 10 UMKM yang disiapkan masuk BIY jajarannya sudah mengikuti rapat dengan kabupaten lainnya.
Menurut Sutaryana UMKM yang mendapat rekomendasi ialah UMKM yang sudah punya produk layak jual, punya rutinitas produksi dan lebih maju dibandingkan UMKM lainnya.
Ia berharap agar produk yang mendapat kesempatan berjualan di gerai tidak berhenti di tengah jalan. “Usahanya harus bisa lanjut terus,” imbuhnya. (Wiek/lna)

Leave a Reply