
JoSS, DEMAK – Tanggul Sungai Penceng di Kabupaten Demak jebol. Tanggul Sungai Penceng yang jebol, berjarak 1 km dari permukiman warga. Akibatnya area pertanian dan permukiman warga tergenang banjir.
Warga bersama aparat gabungan telah memasang penahan tanggul yang jebol sepanjang 8 meter. Dengan menggunakan peralatan seadanya dan manual, warga dan aparat gabungan memasang bambu penahan air.
Menurut Plt Sekdes Sayung, Multazam, penanganan jebolnya tanggul tersebut menggunakan crucuk, serta pemasangannya serba manual tanpa menggunakan mesin.
“Kita bersama warga dibantu TNI dan Polri memasang crucuk sepanjang tanggul yang jebol yaitu 8 meter dengan kedalaman 3 meter,” ujar Multazam, seperti yang dilansir dari detik.com, Rabu (10/4).
Pemasangan crucuk ini hanya bersifat sementara. Hal ini merupakan langkah awal yang harus dilakukan mengingat aliran air dari Sungai Sayung Dombo intensitasnya masih tinggi.
“Kalau tidak segera diatasi dan hanya menunggu bantuan dari pihak pemerintah ya banjir yang menggenangi rumah warga semakin parah,” tambahnya.
Tercatat sebanyak 1.471 kepala keluarga (KK) atau 5.344 jiwa di Desa Sayung, Kabupaten Demak terdampak banjir akibat luapan Sungai Penceng, anak Sungai Dombo. Hingga saat ini mereka masih bertahan di rumahnya masing-masing.
Baca juga: Tanggul Sungai Angin Jebol, Petugas Gabungan Dikerahkan
Tanggul Sungai Penceng yang tidak kuat menahan tingginya debit air sehingga jebol sepanjang 8 meter. Luapan air masuk ke area persawahan dan pemukiman warga. Seluruhnya ada delapan RW yang terendam air dengan ketinggian 40-100 centimeter.
Menurut Muarofah (38), warga Desa Sayung, air banjir masuk ke dalam rumah sekitar 50-an cm. Hanya kamar tidur yang aman dari air karena sudah ditinggikan.
Muarofah berharap, permasalahan banjir yang melanda desanya segera mendapat penanganan. Selain itu, warga terdampak mendapat bantuan logistik.
“Ini kan tiap tahun, jadi mohon diatasi segera. Dan juga kalau bantuan bentuknya bahan saja, karena kalau nasi bisa basi pas sampai di warga,” imbuhnya.
Sementara Kepala Desa Sayung, Munawir menyampaikan, 1.471 KK itu terdiri dari 5.344 jiwa. “Kami khawatir kalau bencana ini tidak segera ditangani akan semakin meluas. Karena debit air terus naik,” pungkasnya. (nug/lna)

Leave a Reply