
JoSS, PEKALONGAN – Bawaslu Kota Pekalongan Senin (15/4) besok akan memanggil para pendukung Capres/Cawapres yang terlibat kericuhan di depan markas FPI di Jalan Sumatera Kota Pekalongan.
“Memang ada pelaporan dari pihak pendukung pasangan nomor urut 02, atas dugaan pelanggaran Pemilu dengan penyerangan yang berujung pemukulan yang dilakukan pendukung pasangan 01 di depan markas FPI,” jelas Ketua Bawaslu Kota Pekalongan, Sugiharto, seperti dirilis Tribunjateng.com, Sabtu (13/4).
Sugiharto menuturkan, menurut undang-undang Bawaslu diberi waktu 14 hari untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang menyangkut pelanggaran Pemilu.
“Pemanggilan untuk mengklarifikasi adanya pemukulan dari pihak pendukung 01, kami juga sudah menindaklanjuti permasalah tersebut, dan menemukan temuan melalui video yang beredar di media sosial. Namun tetap harus mendatangkan kedua belah pihak,” paparnya.
Setelah memanggil kedua pendukung dijelaskan Sugiharto, Bawaslu akan mengkaji kejadian tersebut untuk disimpulkan, dan diumumkan ke kedua belah pihak.
Baca juga: Pemilu Indonesia di Swedia Berlangsung Meriah
“Karena syarat materil dan formil nya harus lengkap untuk tindak lanjutnya, atas laporan dari pendukung pasangan nomor urut 02, ada dua korban yaitu Abdul Fatah dan Khabibilah dan kedua ya sudah divisum,” jelasnya.
Ia menambahkan, panggilan kedua belah pihak Senin mendatang bersifat undangan, untuk mencari fakta bukan untuk pemeriksaan.
“Kalaupun ada laporan pelanggaran Pemilu kami siap melayani di hari kerja, dan akan kami selesaikan sebaik mungkin,” tambahnya.
Namun sebelum pemanggilan itu berlangsung kedua pendukung Capres/Cawapres sudah melakukan pertemuan secara langsung di sebuah rumah makan yang ada di Jalan Diponegoro Kota Pekalongan memanas.
Dalam pertemuan itu pihak pendukung 01 meminta maaf atas insiden yang terjadi di Jalan Sumatera.
Selain meminta maaf kepada pendukung pasangan Prabowo-Sandi, relawan nomor urut 01 juga membuat kesepakatan tentang Pemilu damai.
Ketua Panitia Deklarasi Sahabat Jokowi-Maaruf Kota Pekalongan, Eko Priyono seusai acara mengatakan, pihak pendukung Jokowi-Maruf menyesali terjadinya insiden.
“Sahabat Jokowi-Maruf cinta damai dan ingin Pemilu berjalan secara kondusif, maka dari itu kami meminta maaf kepada pendukung pasangan nomor urut 02,” jelasnya seperti dikutip dari Tribunjateng.com, Sabtu (13/4) sore.
Ia menuturkan, pendukung Jokowi-Maruf menyerahkan permasalah yang terjadi di Jalan Sumatera, Jumat (12/4) lalu ke pihak berwajib.
“Kami menyerahkan ke pihak berwajib untuk menindaklanjuti permasalahan yang mengakibatkan memanasnya suhu politik di Kota Pekalongan,” ujarnya.
Ia menambahkan, adanya sejumlah massa yang mendatangi markas kemenangan Prabowo-Sandi, tidak direncanakan oleh pendukung 01.
“Karena waktu itu tidak ada jalur kampanye ke Jalan Sumatera, serta pada jam tersebut kampanye selesai dilaksanakan,” tambahnya. (Wiek/lna)

Leave a Reply