
JoSS, BOYOLALI – Pemerintah kabupaten Boyolali telah merampungkan pembangunan Pasar Tradisional Pengging di Desa Jembungan Kecamatan Banyudono. Sebanyak 1.602 pedagang yang menempati bangunan lama, segera direlokasi.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Boyolali, Karsino mengatakan pembangunan pasar Pengging dengan menghabiskan anggaran senilai Rp3,4 miliar tersebut merupakan salah satua upaya pemerintah daerah dalam menata ruang di wilayah Banyudono.
Menurut dia Pasar Pengging yang baru ini, di Desa Jembungan rencana untuk menampung pedagang di pasar bangunan lama Desa Dukuh yang jaraknya sekitar satu kilometer. Pasar Pengging baru yang akan menampung para pedagang untuk menempati 87 toko, 102 kios, dan sementara 1.413 pedagang dengan surat ijin dasaran tetap (SIDT).
“Pembangunan Pasar Pengging Boyolali ini, dengan luas lahan sekitar 2,5 hektare akan menampung sebanyak 1.602 pedagang di pasar lama,” katanya, Selasa (2/4) seperti dirilis Antaranews.com.
Dia mengatakan pemilihan lokasi bangunan pasar yang baru tersebut dengan pertimbangan, salah satunya agar mampu mengurangi kesemrawutan arus lalu lintas yang melintas, jika bertepatan dengan hari pasaran, serta proyet ditargetkan tahun ini, selesai.
Baca juga: Pasokan Terbatas, Harga Buah Tomat di Pasar Tradisional Madiun Naik
Proyek pasar, kata dia, sejumlah tahap sudah diselesaikan, antara lain ada penataan lahan, pembuatan jalan, plester bagian belakang hingga pembuatan saluran drainase. Pembangunan pasar tradisional ini, diharapkan baik pedagang maupun pembeli sudah merasakan aman dan nyaman.
Menurut dia, ada 1.602 pedagang di pasar lama semua dapat jatah termasuk yang di luar. Semua pedagang bisa dimasukan dalam 5 blok pasar. Pasar Pengging, kata dia, juga ada fasilitas pendukung lainnya yakni mushola, dan pasar hewan yang akan ditempatkan di sisi sebelah timur bagian selatan, serta sebuah kantor di bagian timur pasar.
Dia mengatakan Pasar Pengging benar-benar akan mewujudkan pasar yang bersih dan nyaman bagi pembeli dan pedagang. Terlihat dari perubahan pasar yang semula dua lantai kini menjadi satu lantai dengan seluruh kios menghadap ke dalam, sehingga semua kios memiliki letak yang strategis.
Selain itu, lanjut dia, akan disediakan kantong parkir yang ada di tiap-tiap blok untuk memudahkan akses distribusi bongkar muat barang.
“Kami berharap tahun ini, semua pedagang bisa pindah dan Pasar Pengging yang baru dapat segera digunakan untuk kegiatan jual-beli. Pemkab Boyolali juga berusaha untuk menyempurnakan pasar dengan pengerjaan lahan terutama akses jalan,” katanya. (Wiek/lna)

Leave a Reply