
JoSS, JAKARTA – Bagi orang Indonesia yang terbiasa makan nasi dan dikelilingi menu kaya karbo, mengurangi asupan karbohidrat seperti yang dilakukan padaorang-orang yang tengah berdiet keto bukan hal mudah.
Namun menurut dokter ahli obesitas dan penyakit dalam Eric C Westman, konsumsi nasi dalam diet keto bukan pantang atau harus dihindari. Nasi masih bisa dikonsumsi asal sesuai kebutuhan tubuh, tidak terlalu banyak, dan dibarengi kecukupan protein dan lemak.
“Ada sebagian pasien saya yang baik-baik saja meski tidak lagi mengonsumsi nasi. Sebagian lagi masih makan nasi dengan pertimbangan kondisi badan, usia, dan aktivitas fisik. Porsi makan nasi mereka yang diet dengan tujuan mencegah atau mengobati penyakit tentu beda. Selain itu, porsi nasi mereka yang usianya lebih muda tentu berbeda dengan yang tua,” kata Westman dirilis Detik.com.
Westman sendiri menetapkan batas atas konsumsi karbohidrat, yang salah satu sumbernya adalah nasi, sebesar 20 gram per hari pada pasien yang sehat. Penetapan porsi makan, apalagi pada pasien yang sakit atau mengalami gangguan, sebaiknya dilakukan dokter atau tenaga ahli yang punya kompetensi seputar diet.
Meski mengontrol ketat, Westman menyarankan tak perlu terlalu stres memikirkan porsi makan. Segala jenis makanan masih bisa dikonsumsi asal tidak terlalu banyak.
Mengontrol konsumsi nasi serta asupan lain yang kaya gula dan karbohidrat mencegah peningkatan berat badan, yang selanjutnya menekan risiko terkena diabetes dan penyakit degeneratf lainnya.
Baca juga: Gimana Sensasi Makan Ayam Goreng Berlapis Serbuk Emas 24 Karat?
Diet ketogenik atau keto memang dikenal sebagai salah satu langkah untuk menguruskan badan. Diet keto memang menitikberatkan pada peningkatan makanan lemak sehat dan minimalisasi karbohidrat.
Namun, masih ada saja pelaku diet khususnya pemula yang salah mengartikan diet keto. Sebab, tak jarang para pemula mengosumsi makanan tinggi lemak tanpa dibarengi nutrisi lainnya. Bahkan, ada yang mengosumsi lemak secara asal atau berlebihan.
“Fokusnya bukan tinggi lemak, tapi di-low carb. Orang salah paham bahwa keto itu pasti tinggi lemak, pasti makanan bergajih. Yang penting karbo dibatasi seminimal mungkin lemaknya terserah maunya apa kalo ga suka makan daging jeroan, mending makan ikan, butter, telur. Jangan mikirnya diet keto itu tinggi lemak, diet keto itu low carb,” kata dr. Piprim Basarah Yanuarso, SPA(K), Pediatric Cardiology Consultant, di Jakarta, belum lama ini.
Sehingga lemak yang dikonsumsi tak bisa sembarang. Anda bisa coba memasukkan makanan daging sebagai menu utama. Namun diseimbangkan dengan buah-buahan rendah gula, telur, dan sayur. (Wiek/lna)

Leave a Reply