Warga Sekitar NYIA Dapat Prioritas Diterima Kerja Di Bandara

JoSS, KULONPROGO – Warga Kulonprogo yang terdampak pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) mendapatkan prioritas diterima kerja pada operasional bandara, namun tetap melalui prosedur ujian.

Pemkab Kulonprogo mengaku telah menyosialisasikan kebutuhan tenaga kerja untuk operasional bandara ke warga. Selama proyek pembangunan Bandara Kulonprogosebanyak 5.000 tenaga kerja sudah terserap.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kulonprogo, Eko Wisnu Wardhana mengatakan sampai saat ini pihaknya sudah melakukan sosialisasi pada warga Kulonprogo terkait kebutuhan tenaga kerja untuk operasional bandara.

Dalam perekrutan tenaga kerja untuk operasional Bandara NYIA, ada pembagian tiga wilayah sebagai skala prioritas perekrutan. Ada ring 1 untuk wilayah terdampak langsung, ada ring 2 untuk wilayah terdampak, dan ring 3 di luar wilayah terdampak bandara.

“Nanti [ring] itu untuk prioritas, namun tetap melalui tes. Jika hasil tes warga ring 1 terpenuhi, maka dari warga ring 1 dulu, dan seterusnya,” katanya, belum lama ini.

Ia mengatakan, selain dengan sosialisasi, pihaknya juga memberikan pelatihan keterampilan pada warga Kulonprogo.

“Ada 92 paket pelatihan keterampilan baik kebandarudaraan dan non kebandarudaraan dari BLK [Balai Latihan Kerja], ada juga pelatihan dangerous goods di BP3 [Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan] Curug, dan pelatihan kewirausahaan,” kata Eko.

Tahun ini, jumlah paket pelatihan di BLK ditambah. Sebelumnya di 2018 jumlah paket pelatihan ada 90, sekarang menjadi 92 paket. Tiap paketnya ada 16 peserta.

Baca juga: Runway NYIA Sudah Bisa Didarati Pesawat Jenis Boeing dan Airbus

Kepala Bidang Pengembangan dan Penempatan Tenaga Kerja, Disnakertrans Kulonprogo, Susilo mengatakan pihaknya sudah melakukan sosialisasi ke SMK-SMK yang ada di Kulonprogo tentang ketenagakerjaan, khususnya tentang spesifikasi dan kompetensi tenaga kerja yang dibutuhkan bandara.

“Kepada warga terdampak, kami juga lakukan sosialisasi, melalui Kepala Desa dan Kepala Dusun, kami berikan informasi lebih awal dan intensif, jangan sampai mereka tidak terinformasikan tentang berbagai kegiatan perekrutan tenaga kerja,” ujar Susilo, seperti dikutip dari HarianJogja.

Ia mengatakan, masih berkoordinasi dengan pihak Angkasa Pura I terkait permintaan tenaga kerja dan spesifikasinya. Saat ini menurutnya, yang berminat untuk mengikuti perekrutan tenaga kerja operasional bandara hampir merata di tiap kecamatan.

Camat Temon, Joko Prasetyo mengatakan untuk sosialisasi terkait kebutuhan tenaga kerja bandara, di Kantor Kecamatan Temon, sudah ada sebagian pengumuman terkait perekrutan.

“Sudah ada sebagian di kami pengumuman lowongan pekerjaan bandara. Sosialisasi langsung ke warga juga sudah dilaksanakan,” katanya.

Manajer Proyek NYIA, Taochid Purnama Hadi mengatakan perekrutan tenaga kerja operasional bandara pihaknya terlebih dahulu akan menawarkan pada warga terdampak.

Menurutnya, pihaknya pun sudah memberikan pelatihan pada 39 orang warga Kulonprogo untuk kebutuhan tenaga kerja ground handling.

“Kemarin sudah dilakukan pelatihan ground handling, diikuti 39 orang warga Kulonprogo. Pertama kami utamakan itu di lima desa yang masuk ring 1. Ketika masih kurang, dibuka lagi bagi warga di ring lainnya. Jadinya ada 39 orang, dia sudah punya sertifikat [ground handling] pesawat. Sertifikat itu nantinya berlaku secara nasional,” ucapnya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*