Semua Sepakat Patung Kanjeng Ratu Kencana Diganti Tugu Adipura

JoSS, WONOGIRI – Rencana penggantian Patung Kanjeng Ratu Kencana Sari di dekat Terminal Giri Adipura dengan Tugu Adipura, disepakati semua pihak. Pemerintah Kabupaten Wonogiri sendiri sudah menyiapkan anggaran Rp1,3 miliar untuk membangun Tugu Adipura.

Sejumlah tokoh masyarakat Wonogiri, yaitu Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Wonogiri, Pranoto, sepakat dengan penggantian patung Ratu Kencana Sari dengan Tugu Adipura.

“Saya setuju saja kalau dibongkar, terutama untuk segala sesuatu yang tidak memiliki nilai sejarah atau keistimewaan,” kata Pranoto, seperti yang dilansir dari solopos.com.

Bahkan Sekretaris Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Dispora) Wonogiri, Fredy Sasono, mengaku siap jika patung Kanjeng Ratu Kencana dipindah ke lokasi lain yang representatif.

“Saya berharap pembongkaran, pemindahan, dan peletakkan kembali patung itu untuk diperhatikan,” jelas Fredy Sasono.

Selain itu, pihaknya siap menampung patung tersebut, dan sekali lagi berharap biaya bongkar, pindah, dan pasang sudah dipersiapkan.

Baca juga: Patut Ditiru, Pemkab Wonogiri Gratiskan Seragam SD dan SMP

Tak ketinggalan budayawan Wonogiri, Mulyanto, yang juga sepakat terkait pergantian patung Kanjeng Ratu Kencana dengan Tugu Adipura.

Dia berpesan agar pembangunan tugu Adipura bisa beri daya tarik bagi masyarakat. Sebagai contoh di dekat patung Kanjeng Ratu Kencana terdapat monumen wayang.

Harapannya, bisa memotivasi masyarakat atau pendatang untuk bisa menonton wayang. Begitu pula halnya dengan tugu Adipura nantinya.

Sebelumnya, pemkab akan mengganti salah satu dari dua patung dengan tugu Adipura. Kedua patung tersebut adalah Patung Macan di persimpangan Nambangan, dan patung Kanjeng Ratu Kencana di dekat terminal Giri Adipura, Krisak.

Konon kedua patung tersebut diganti lantaran tidak merepresentasikan sebagai kota sukses.

Kedua patung itu akan diganti dengan hal yang bersifat penanda kedaerahan. Selain itu, kedua patung itu justru terkesan kental dengan aroma mistis.

Kesan mistis dari kedua patung itu dibenarkan Bupati Wonogiri, Joko Sutopo. Bahkan dia menilai, kedua patung tersebut dianggap tidak mencerminkan semangat keWonogirian.

Joko berharap pembangunan patung atau monumen, hendaknya nanti bisa mengedukasi masyarakat.

Sebagai contoh patung tokoh Sukarno memberi pesan tentang nasionalisme dan perjuangan, sedangkan RM Said merupakan tokoh di balik berdirinya pemerintahan Wonogiri.

“Sedangkan patung macan, itu nilai filosofisnya apa? nilai budayanya apa? kan enggak ada sama sekali. Dulu kenapa dibangun patung seperti itu jika pesan yang ingin disampaikan tak relevan dengan nilai-nilai Wonogiri? Kecuali kalau Wonogiri punya penangkaran macan misalnya, boleh lah dibangun patung macan sebagai ikon daerah,” jelasnya.

Hal itu yang mendasari Pemkab Wonogiri untuk mengganti patung Kanjeng Ratu Kencono dengan Tugu Adipura.

Apalagi keberadaan Tugu Adipura itu menandai pencapaian penghargaan Adipura oleh Wonogiri selama tiga tahun berturut-turut.

Karena dengan tugu Adipura, diharapkan bisa memotivasi masyarakat untuk tetap menjaga dan meningkatkan kebersihan di Wonogiri. (Nug/lna) 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*