JoSS, SINGAPURA – Grup band death metal asal Swedia, Watain, akhirnya dilarang konser di Singapura karena kekhawatiran soal sejarah band yang memicu kontroversi karena aksi panggungnya yang dinilai merendahkan agama dan mempromosikan kekerasan.
Dirilis CNNIndonesia.com, Watain yang seharusnya tampil pada Kamis (7/3) mendapatkan banyak penggemar karena aksi mereka saat live yang kerap disebut brutal. Ini termasuk melakukan upacara setan di atas panggung dan menyiram penggemar mereka dengan darah.
Otoritas Pengembangan Media Informasi-komunikasi (IMDA) mengatakan pihaknya membatalkan konser tersebut setelah penilaian yang disampaikan oleh Departemen Dalam Negeri (MHA).
“MHA telah menyatakan keprihatinan serius tentang konser tersebut, mengingat sejarah band ini merendahkan agama dan mempromosikan kekerasan, yang berpotensi menyebabkan permusuhan dan mengganggu harmoni sosial Singapura,” kata IMDA dalam sebuah pernyataan.
“Karena itu MHA telah meminta IMDA untuk mempertimbangkan membatalkan konser atas alasan ketertiban umum, dan IMDA menyetujui.” Anggota Watain Live belum memberikan respons terkait pembatalan ini.
Singapura sendiri mengontrol ketat media dan kebebasan berpendapat, terutama menyangkut masalah-masalah yang berkaitan dengan ras dan agama, meski larangan semacam ini jarang terjadi.
Sebelumnya, Future Music Festival Asia pada 2015 dibatalkan oleh pemerintah Singapura pada karena kekhawatiran akan penggunaan narkoba. Perdagangan narkoba dapat dihukum mati di Singapura.
Baca juga: Lagu Michael Jackson Dicekal di Beberapa Negara
Negara kota tersebut sebelumnya sudah memberikan izin bagi dilaksanakannya pertunjukkan – tetapi para pejabat kemudian mengubah pikiran.
Sebelumnya izin terhadap Watain, pemusik rock yang berpakaian hitam dan bertato, diberikan selama mereka tidak memainkan lagu-lagu yang dipandang menyinggung perasaan agama.
Watain telah mempertanyakan pembatalan tersebut lewat sebuah pernyataan kepada kantor berita AFP.
“Kami telah melakukan konser di seluruh dunia selama hampir 20 tahun, dan percaya atau tidak, kami tidak pernah menghadapi keterbelakangan kuno seperti ini,” kata pimpinannya, Erik Danilsson.
Pertunjukan langsung yang dilakukan Watain sebelumnya berisi ritual setan dan pelemparan darah babi ke penonton. Watain dipandang oleh Infocomm Media Development Authority Singapura, “mendukung pandangan anti-Kristen dan setan lewat lagu-lagu mereka serta mengusung kekerasan”.
Sebuah petisi di internet yang menentang konser itu telah ditandatangani 15.000 orang.
Petisi di situs internet change.org mendesak pemerintah melarang Watain karena mereka “tidak mewakili budaya yang kita inginkan untuk generasi muda kita. Pesan tersirat lagu-lagu mereka di antaranya mengenai kematian dan bunuh diri”.
Singapura memiliki hukum yang keras terkait dengan kritik terhadap agama. (Wiek/lna)

Leave a Reply