Pemerintah Kota Kediri Minta Tambahan Bus Sekolah ke Pusat

kota
Ilustrasi | Foto: google

JoSS, KEDIRI – Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri mengajukan tambahan bus sekolah ke pemerintah pusat. Lantaran fasilitas bus sekolah yang disediakan pemerintah kota Kediri untuk antar jemput siswa sekolah, sudah overload atau kelebihan beban.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Kediri, Ferry Djatmiko mengatakan kebutuhan tambahan untuk bus sekolah ini mnegingat animo pelajar naik bus sekolah memang cukup tinggi. Setiap harinya, bus akan menjemput anak-anak di titik yang telah ditentukan dan melintasi sesuai dengan rute ke sekolah.

Saat sudah selesai jam sekolah, lanjutnya bus akan menunggu anak-anak di depan sekolah dan mengantarkan sesuai dengan jalur yang dilalui.

“Kami mengajukan usulan ke Kementerian Perhubungan. Sekarang ini kan sudah punya tiga unit dan sudah kelebihan beban, makanya kami usulkan lagi,” kata Ferry Djatmiko, seperti yang dilansir dari MadiunPos, Kamis (28/3).

Layanan angkutan bus tersebut sudah beroperasi sejak tahun 2016 hingga sekarang. Bus sekolah tersebut melayani tiga rute trayek untuk pelajar dan mahasiswa di Kota Kediri.

Trayek A jurusan Terminal Tamanan-Jalan Merbabu (Mrican) Kota Kediri. Bus B Terminal Tamanan-Blabak, dan trayek C adalah Pasar Bawang-Jalan S Suharmaji. Bus berangkat lewat rute mulai tersebut mulai jam 05.30 WIB-07.00 WIB dan pulang sekolah jam 12.30 WIB-15.00 WIB.

Baca juga: Pelajar di Sragen Minta Pemkab Sediakan Bus Sekolah, Ini Alasannya

Saat naik angkutan bus sekolah itu, anak-anak juga nyaman. Bus sekolah dilengkapi dengan fasilitas pendingin ruangan. Mereka juga bisa menghemat uang saku, sebab mereka tidak dikenakan biaya atau gratis selama naik angkutan bus sekolah.

Ferry menjelaskan, selama ini untuk menunjang program layanan pendidikan, dinas perhubungan juga memberikan fasilitas angkutan umum gratis untuk pelajar. Para sopir angkutan umum di Kota Kediri mendapatkan subsidi bahan bakar dari pemerintah, sehingga mereka bisa tetap mengoperasionalkan angkutan umum miliknya.

Di Kota Kediri, ada sekitar 40 kendaraan mendapatkan subsidi angkutan umum itu. Mereka adalah sopir angkutan yang masih beroperasi di Kota Kediri.

Subsidi itu adalah bantuan, dengan maksud menggratiskan biaya angkutan umum pada pelajar sampai mahasiswa. Para sopir diberi kupon untuk ditukar dengan 6 liter bahan bakar per hari.

“Kami juga dibantu angkutan umum itu. Namun, karena sudah melebihi kapasitas makanya perlu ada bus tambahan. Sudah sewajarnya ada tambahan armada bus,” pungkasnya. (nug/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*