JoSS, KEDIRI – Sebagian kecil harga komoditas di Kediri mengalami kenaikkan. Selebihnya harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional justru relatif stabil.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Kediri, Dian Ariani, membenarkan hal itu setelah pihaknya melakukan pemantauan harga di pasar.
“Baik beras, minyak goreng, termasuk daging juga stabil,” kata Dian Ariani, sesuai yang dilansir dari MadiunPos, Jumat (28/3).
Dian memaparkan, harga beras jenis bengawan relatif standar yakni Rp 11.000,- per kilogram, beras mentik Rp12.000,- per kilogram, dan beras IR 64 dijual Rp 10.000,- per kilogram. Sedangkan harga gula pasir Rp11.000,- per kilogram, minyak goreng dalam botol 620 ml dijual Rp7.250,-, ukuran 2 liter Rp23.000,-, dan minyak goreng curah Rp10.250,- per kilogram.
Untuk harga daging, berdasarkan pantauan lapangan tercatat daging sapi Rp109.000,- per kilogram, daging ayam broiler Rp 28.000,- per kilogram, dan daging ayam kampung Rp 50.000,- per kilogram. Begitu juga dengan telur ayam, harganya Rp 21.500,- per kilogram untuk telur ayam ras dan Rp 55.000,- per kilogram untuk telur ayam kampung.
Sedangkan harga komoditas yang naik, adalah bawang merah dan bawang putih. Bawang merah naik Rp 3.000,- menjadi Rp 33.500,- per kilogram dan bawang putih naik Rp 1.000,- menjadi Rp 28.000,- per kilogram.
Baca juga: Jelang Tahun Baru, Harga Sembako Merangkak Naik
Dian menyebut kenaikan harga salah satunya karena faktor pasokan yang minim.
“Para petani banyak yang tanam padi ketimbang bawang. Ini menyebabkan harga di pasaran mulai naik. Selain itu, panas juga menjadi faktor,” terangnya.
Walau pun saat ini harga bawang mengalami kenaikan, Dian menyebut di pasaran belum ditemui ada bawang merah impor masuk. Pasokan di pasaran sampai saat ini masih mencukupi kebutuhan dalam negeri.
Dian juga menyanggah bila pelaksanaan Pemilu memicu kenaikkan harga komoditas atau bahan pokok. Namun menurutnya, dari pengalaman, kenaikan harga relatif terjadi ketika sudah memasuki masa Ramadan dan hari raya besar keagamaan lainnya.
“Pasokan masih mencukupi. Saya baru survei ke pasar dan teman-teman di pasar bilang tidak ada bawang merah impor,” imbuhnya. (nug/lna)

Leave a Reply