Jogja Miniatur Harmonisasi Tahapan Revolusi Industri 1.0-4.0

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto | Foto: instagram

JoSS, JOGJA – Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi salah satu daerah yang mampu mengimplementasikan empat tahap revolusi industri secara harmoni dai zaman yang sama. Keberadaan dari industri 4.0 saat ini dapat berjalan dengan harmoni dengan industri-industri 1.0, 2.0. dan 3.0.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan Jogja menjadi bukti industri 1.0,2.0,3.0 dapat saling beriringan dan tumbuh di era revolusi industri ke 4.0.

“Implementasi konkretnya kita bisa melihat di Jogja,” ujarnya seperti dikutip dalam keterangan pers, Jumat (22/2).

Dia mengungkapkan bahwa Yogyakarta mempunyai kawasan industri 1.0 yang sangat terkenal yaitu Kawasan Batik dan Kawasan Perajin Perak di Kota Gede, untuk Industri 2.0 juga tidak kalah ada Kawasan Industri Makanan Ringan Bakpia dan Kaleng Gudeg. Untuk 3.0 juga ada, kita bisa lihat industri susu Sari Husada, hingga yang sudah terapkan 4.0 seperti PT YPTI (Yogya Presisi Teknikatama Industri).

“Jogja adalah miniatur dari harmoni ini. Harmoni dalam transformasi,” kata Airlangga.

Dalam Pidato Ilmiah Dies Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada ke-73, Airlangga mengangkat tema Membangun Kedaulatan Teknologi di Era Disrupsi. Pada kesempatan itu Airlangga memperoleh Herman Johannes Award untuk bidang Industri 4.0.

Baca juga: Hadapi Revolusi Industri 4.0 Kadin Fokus Sertifikasi SDM

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Rektor UGM Prof Panut Mulyono, pada Perayaan Hari Pendidikan Tinggi Teknik di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Jumat (22/2).

Pihaknya terus memacu perkembangan Revolusi Industri 4.0. Dia menyebut sederet perusahaan manufaktur yang menjadi mercusuar percontohan implementasi industri 4.0.

Dia menyatakan secara nasional, perusahaan semacam Schneider Electric, Pan Brothers, Panasonic, Daihatsu, Toyota, Mayora dan Mattel sudah menjadi lighthouse dalam percontohan implementasi industri 4.0.

“Schneider Electric, Pan Brothers, Panasonic, Daihatsu, Toyota, Mayora dan Mattel sudah menjadi lighthouse dalam percontohan implementasi industri 4.0,” ujarnya.

Industri 4.0 adalah nama tren otomasi dan pertukaran data terkini dalam teknologi pabrik. Istilah ini mencakup sistem siber-fisik, internet untuk segala, komputasi awan, dan komputasi kognitif. Industri 4.0 menghasilkan “pabrik cerdas”.

Seperti disampaikan oleh Klaus Schwab, Founder dan Executive Chairman of the World Economic Forum dalam bukunya The Fourth Industrial Revolution, revolusi industri generasi keempat ditandai dengan kemunculan superkomputer, robot pintar, kendaraan tanpa pengemudi, editing genetik dan perkembangan neuroteknologi yang memungkinkan manusia untuk lebih mengoptimalkan fungsi otak. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*