Hendi: Pemuda Jangan Menggantungkan Diri Jadi ASN

pemuda jangan menggantungkan diri jadi ASN
Walikota Semarang Hendrar Prihadi | Foto: google

JoSS, SEMARANG – Walikota Semarang Hendrar Prihadi terus mendorong agar pemuda-pemuda kota ini aktif berwirausaha. Anak muda diharapkannya tidak mengandalkan lowongan kerja apalagi formasi ASN ataupun non-ASN.

Menurutnya, mencari rejeki tidak melulu harus menjadi pegawai pemerintah. Terlebih persaingan untuk memperebutkan formasi itu sangat tinggi.

“Tolong disampaikan ke pemuda pelosok Kota Semarang kalau hari ini kita ngomong jumlah tenaga kerja, jumlahnya tidak sebanding dengan lowongan kerja. Contohnya penerimaan ASN kemarin dibuka lowongan 300, yang daftar 6.000. Jadi kita ajarkan anak boleh sekolah tinggi tapi jangan didoktrin jadi pegawai,” terangnya kepada JoSS.co.id di Semarang, Minggu (10/2).

Dijelaskan, generasi sekarang yang sering disebut generasi milenial, bisa menghasilkan rupiah yang tidak sedikit dengan bermodal HP atau komputer. Inilah kesempatan yang disebuat sebagai ekonomi kreatif.

Dengan membuat konten yang unik lalu mengunggahnya ke internet, jika dilakukan dengan konsisten dan kreatif, niscaya akan menghasilkan uang. Namun demikian, tentunya harus ditunjang dengan skill, konsistensi serta usaha pantang menyerah.

“Sekarang jamannya generasi milenial. Dari HP dan komputer bisa sugih atau kaya. Tentu ada caranya,” lanjut Hendi yang juga seorang politisi PDI Perjuangan.

Baca juga: 17 Pengusaha Johor Jalin Kerjasama  Dagang dengan 30 UMKM Semarang

Ditambahkannya, Pemkot Semarang mensupport wirausaha dengan menyediakan pelatihan gratis. Selain itu juga kemudahan modal usaha dengan bunga yang rendah yakni program Kredit Wibawa dengan bunga dibawah 3 persen tahun.

“Di Pemkot ada balai latihan kerja, pelatihan manajemen, dan keahlian. Untuk bantuan modal ada yang namanya Kredit Wibawa atau Wirausaha Bangkit Juara. Bunganya hanya 3% per tahun. Besarnya Rp5 juta tanpa agunan sampai dengan Rp20 juta dengan agunan,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu juga, Hendi mendorong warga untuk aktif melapor apabila menemukan kejadian, kekurangan atau hal-hal yang dirasa meresahkan. Terkait dengan isu kamtibmas, Hendi berencana menganggarkan pengadaan CCTV di setiap RT di anggaran perubahan.

Kemudian untuk penyakit DB yang muncul karena mulai musim penghujan, ia meminta warga untuk mengaktifkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) karena fogging tidak disarankan karena hanya membunuh sebagian nyamuk.

Sebelumnya, seorang warga Karangroto Sobirin berkeluh kesah karena 12 pemuda di wilayahnya tidak diterima dalam formasi penerimaan tenaga non-ASN di Pemkot Semarang. (gus/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*