JoSS, KENDAL – Sedikitnya 25 rumah warga di Desa Taruman, Kecamatan Singorojo, Kendal hangus terbakar, Rabu (27/2) sore. Diduga akibat selang gas yang bocor.
Kepala Satpol PP dan Damkar Kendal, Toni Ari Wibowo, mengatakan kebakaran rumah terjadi di lokasi yang padat pemukiman warga. Sebagian besar rumah warga yang dilalap si jago merah terbuat dari papan dan kayu.
“Api membakar dengan cepat ke beberapa rumah. Jarak antarrumah warga satu dengan lainnya yang saling berdekatan memudahkan api mudah menjalar,” katanya seperti dirilis Suaramerdekanews.com.
“Sebanyak 30 personel Damkar berupaya memadamkan api. Kami belum mengetahui sumber api berasal dari mana,’’ jelasnya.
Mahrozin (58) warga Desa Singorojo dusun Taruman kini hanya pasrah melihat puing rumahnya yang hangus terbakar.
Rumahnya merupakan satu dari 25 Rumah yang terbakar di Desa Singorojo dusun Taruman pada Rabu (27/8) pukul 14.50.
Ia yang kala itu baru pulang berkerja terkejut melihat rumah yang selama ini menjadi tempat berteduh dari hujan dan panas kini sudah menjadi arang.
“Saat itu saya baru pulang bekerja, tahu tahu sudah terbakar habis,” ujarnya seusai melihat sisa puing-puing rumahnya yang terbakar.
Baca juga: Ganjar Minta Warga Jateng Pahami Risiko dan Penanganan Bencana
Saat ini dirinya bersama keluarganya menumpang berteduh di rumah kakaknya yang lokasinya tak jauh dari rumahnya yang terbakar. Rumah kakaknya itu selamat dari kebakaran karena terpisah oleh gang.
“Untuk sementara menumpang di rumah kakak, kedepannya menunggu musyawarah dari desa langkahnya kedepan seperti apa,” jelasnya seperti dirilis Tribunjateng.com.
Kepala Desa Singorojo, Hadi Prayitno mengatakan kejadian kebakaran itu diduga disebabkan oleh kebocoran selang gas pada kompor dalam salah satu rumah yang terbakar.
Api yang muncul dari kebocoran gas itu langsung menjilat tumpukan padi kering yang berada berdekatan dengan kompor tersebut sehingga api cepat membakar.
“Api muncul dari rumah pak Subari (rumah yang pertama keluar api). Saat itu istirnya tengah memasak. Tiba-tiba api keluar dan menjilat tumpukan padi dan bangunan rumah,” terangnya.
Hadi menambahkan seusai api membesar dan membakar dapur milik Subari, istrinya Subari langsung keluar dan berteriak minta tolong. Warga yang mengetahui api yang membumbung langsung mencoba menolong istri Subari.
“Warga di sini belum mengetahui cara tanggap menanggulangi kebakaran sehingga saat kejadian itu para warga sibuk menyelamatkan barang-barangnya tanpa mencoba memadamkan api,” jelasnya.
Api yang membakar rumah milik Subari menjadi tidak terkendali sehingga ikut membakar rumahrumah yang berada di sekitar rumah tersebut. Alhasil banyak rumah warga yang terbakar dalam kejadian itu. (Wiek/lna)

Leave a Reply