Pengguna Pesawat Turun Tajam Maskapai Stop Rute Penerbangan Baru

Pesawat
Ilustrasi | Foto: google

JoSS, SOLO – Jumlah penumpang pesawat udara yang melalui Bandara Adi Soemarmo Solo merosot cukup tajam. Penyebabnya, ditengarai karena berfungsinya tol Trans Jawa yang menjadi alternatif favorit bagi masyarakat pengguna transportasi.

General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo Solo, Abdullah Usman mengatakan kondisi terparah terlihat sejak dua pekan terkhir, bahkan saat libur Natal dan Tahun Baru lalu kondisi penerbangan tak seramai tahun-tahun sebelumnya.

“Sekitar dua minggu ini saya amati, jumlah penumpang turun cukup banyak, sekitar 26 persen. Dan sepertinya tren seperti ini akan berlanjut sampai Juni, karena ini periode low season,” tuturnya, kepada wartawan Rabu (23/1).

Abdullah Usman mengakui ada dampak dari berfungsinya jalan tol Transjawa yang sekarang sudah menyambung dari Merak hingga Surabaya. Perjalanan darat via tol, dari Solo ke Jakarta hanya 6-8 jam, sedangkan dari Solo ke Surabaya hanya 2,5 hingga 3 jam saja.

Baca juga: Jumlah Penumpang Anjlok Bandara Pekanbaru Riau Batalkan 433 Penerbangan

“Jadi kami sekarang bersaing dengan kereta api, bus cepat dan kendaraan pribadi. Orang yang tidak terlalu buru-buru, punya pilihan transportasi darat yang cepat dan nyaman. Atau misalnya tetap terbang, tapi bisa memilih bandara tidak harus di Solo, karena Solo ke Semarang kan cuma satu jam sekarang ini,” imbuhnya.

Ditambah kondisi lain seperti harga tiket plus kebijakan baru adanya maskapai yang mengenakan tarif bagasi, orang sekarang ini punya pilihan lain yakni transportasi darat yang biayanya lebih terjangkau namun dari sisi waktu tidak lagi terlalu jauh selisihnya.

Keluhan serupa juga diakui oleh pihak maskapai yang beroperasi di Bandara Adi Soemarmo. District Manager Sriwijaya Air di Solo, Taufik Sabar mengatakan, keberadaan jalan tol sudah mulai dirasakan dampaknya.

Pihaknya melakukan evaluasi, jumlah penumpang Sriwijaya Air menurun tidak kurang dari 10 persen. Setiap hari maskapai yang baru saja diakuisisi oleh manajemen Garuda Indonesia itu mengoperasikan dua kali penerbangan dari Adi Soemarmo ke Bandara Soekarno Hatta, Jakarta dan dua kali penerbangan dari Jakarta ke Solo.

Taufik Sabar mengakui, seluruh rute penerbangan di Jawa terpengaruh oleh adanya jalan tol. Karena itu, Sriwijaya Air saat ini memutuskan menahan diri untuk tidak mengembangkan rute penerbangan baru di Pulau Jawa. (rik/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*